Protes terhadap Presiden Morsi berlanjut

  • 1 Februari 2013
Protes di Mesir
Pengunjuk rasa menyatakan Presiden Mosir melanggar janji revolusi.

Ribuan penentang Presiden Mesir Mohammed Morsi mengadakan protes baru di Kairo dan kota-kota lainnya.

Kerumunan besar orang berbaris menuju istana kepresidenan dan Lapangan Tahrir di Kairo sambil meneriakkan slogan-slogan menentang presiden yang berasal dari kelompok Islamis tersebut.

Demonstrasi juga terjadi di kota pelabuhan Aleksandria.

Protes ini terjadi menyusul kerusuhan selama sepekan belakangan yang menewaskan sekitar 60 orang.

Pada hari Kamis (31/1) berbagai partai politik mengecam kekerasan yang terjadi dan medesak diadakannya dialog.

Namun kelompok-kelompok pemuda kemudian menyerukan agar diadakan lebih banyak protes jalanan.

Ribuan orang berdemonstrasi di Port Said, untuk memperingati setahun kerusuhan sepakbola yang menewaskan lebih dari 70 penonton.

Port Said, yang terletak di ujung utara Terusan Suez, pekan lalu menjadi ajang bentrok maut setelah pengadilan setempat menjatuhkan hukuman mati terhadap 21 orang yang didakwa terlibat kerusuhan sepakbola.

Rangkaian kerusuhan sekarang ini berawal pada 24 Januari di Kairo pada malam menjelang peringatan dua tahun terjadinya revolusi 2011.

Para pemrotes menuduh Presiden Morsi memaksakan suatu bentuk baru keotoriteran dan mengkhianati nilai-nilai revolusi yang mereka cetuskan dua tahun sebelumnya.

Para pendukung Presiden Morsi mengatakan para pemrotes berusaha menggunakan kekuatan jalanan untuk menyingkirkan presiden yang untuk pertama kalinya dipilih secara demokratis oleh rakyat Mesir.