BBC navigation

Polisi dan demonstran bentrok di Mesir

Terbaru  25 Januari 2013 - 13:21 WIB
Bentrokan di Mesir

Demonstrasi yang lebih besar diperkirakan akan terjadi pada Jumat (25/1) ini.

Bentrokan antara polisi dan para demonstran terjadi di lapangan Tahrir di ibukota Mesir, Kairo, ketika peringatan penggulingan Husni Mubarak berlangsung.

Para penentang Presiden Mohammed Morsi menggelar demonstrasi tersebut dan menuduh pemimpin Islamis itu mengkhianati revolusi, tuduhan itu dibantah oleh Morsi.

Justru dia meminta agar peringatan 'revolusi' dilakukan secara damai.

Mubarak, 84 tahun, dihukum penjara seumur hidup atas kematian 850 demonstran.

Bentrokan antara polisi dan pemrotes terjadi pada Kamis (24/1) sore waktu setempat, ketika para demonstran mencoba menerobos pasukan keamanan yang menutup jalanan di Lapangan Tahrir.

Partai Ikhwanul Muslimin pimpinan Morsi secara resmi belum mengumumkan peringatan 'revolusi' di jalanan Kairo. Mereka berencana untuk memperingatinya dengan meluncurkan inisiatif sosial.

Sebelumnya, pada awal bulan ini sebuah pengadilan memerintahkan persidangan ulang bagi mantan Presiden Mubarak.

Krisis ekonomi

Polisi Mesir

Pasukan polisi memblokade jalanan di sekitar Lapangan Tahrir Kairo

Oposisi memperkirakan jumlah massa yang lebih besar akan berkumpul di Lapangan Tahrir pada Jumat (25/1) ini.

Mereka menuduh Morsi bertindak otokratik dan membuat konstutusi baru yang bernuasa kepentingan Islam dan tidak melindungi hak perempuan dan kelompok Kristen.

Pemerintah baru juga dituduh memperburuk krisis ekonomi.

Mohamed El Baradei, seorang tokoh oposisi dan mantan badan atom PBB, menulis di Twitter mengenai rencana demonstrasi, "Pergi ke lapangan untuk meraih revolusi yang sebenarnya."

Protes serupa rencanannya akan digelar di sejumlah kota di Mesir.

Presiden Morsi dan partainya membantah tuduhan dari kelompok oposisi dan menyebutnya tidak adil, dan menyerukan diadakannya dialog nasional.

Bulan lalu, Morsi menjelaskan konstitusi baru sebagai kebijakan yang bersejarah dan juga mengatakan bahwa perbaikan ekonomi Mesir merupakan prioritas utamanya.

Dia juga mengakui telah melakukan kesalahan, tetapi dia tidak akan mengambil keputusan tanpa memperhatikan kepentingan negara Mesir.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.