BBC navigation

Pidato Obama serukan perdamaian

Terbaru  22 Januari 2013 - 08:33 WIB
Barack Obama

Presiden AS Barack Obama mengucapkan sumpah untuk masa jabatan kedua.

Barack Obama menyampaikan kepada warga Amerika untuk "meraih momen", dalam sebuah pidato pelantikan masa jabatan kedua sebagai Presiden AS di Washington DC.

Dia mengumumkan sebuah permintaan untuk persatuan politik untuk masalah reformasi politik, hak kelompok gay dan upaya untuk melawan perubahan iklim.

Obama, 51 tahun, yang merupakan presiden AS ke 44, telah disumpah untuk masa jabatan kedua oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts.

Dalam pidato pelantikannya, presiden dari Partai demokrat ini menyampaikan visinya untuk empat tahun mendatang dan kembali mengulangi pernyataan :"Perjalanan kita belum selesai".

Generasi kini di AS telah diuji dengan krisis. "Sebuah dekade perang telah berakhir. Sebuah pemulihan ekonomi telah dimulai. Kemungkinan bagi Amerika tidak terbatas."

Obama menambahkan : "Kawan-kawan saya warga Amerika, kita telah ditentukan untuk momen ini, dan kita akan meraihnya - kita akan meraihnya bersama."

Dalam pidato yang berlangsung selama 18 menit, Obama meminta adanya "aksi kolektif" untuk mempertahankan kekebasan warga Amerika, yang dia kaitkan dengan persamaan sosial dan ekonomi.

Ketika terjadi jalan buntu untuk memecahkan masalah ekonomi di Kongres, presiden AS mengatakan warga Amerika harus menentukan pilihan yang sulit untuk mengurangi defisit dan utang.

Tetapi Obama mempertahankan program kesehatan federal yang ingin dipotong oleh Republik. "Masalah ini tidak melemahkan inisiatif kita, mereka memperkuat kita," kata dia.

Tanpa menyebutkan rekomendasi kebijakan yang spesifik, Obama mengatakan AS harus memperbaiki masalah pajak, mereformasi sistem pendidikan, mengubah sistem voting dan menyampaikan tentang masalah perubahan iklim.

Kekerasan senjata

Obama juga menyoroti tentang masalah pengurangan kekerasan bersenjata.

"Perjalanan kita belum lengkap sampai seluruh anak-anak kita, dari jalanan Detroit ke perbukitan Appalachiake dataran rendan Newtown, mengetahui bahwa mereka peduli, dan disayangi, dan selalu aman dari kejahatan," kata dia, menyebutkan nama kota di Connecticut dimana terjadi penembakan terhadap 20 anak-anak di sebuah sekolah dasar.

Dalam pengambilan sumpah, Obama menaruh tangan kirinya di kitab suci yang dimiliki oleh pejuang Hak Sipil AS Martin Luther King Jr dan Presiden Abraham Lincoln.

Wakil Presiden Joe Biden juga diambil sumpah jabatan.

Ratusan ribu orang berkumpul untuk menyaksikan secara langsung upacara di lapangan National Mall.

Hadir dalam pelantikan tersebut, mantan Presiden Bill Clinton dan Jimmy Carter, puluhan senator, pemimpin Kongres dan pejabat lainnya.

Perkiraan resmi menyebutkan sekitar 700.000 orang hadir dalam pelantikan Obama, jumlah itu lebih sedikit dibandingkan pada masa jabatan pertamanya 2009 lalu, dimana 1,8 juta orang datang untuk menyaksikan pengambilan sumpah presiden berkulit hitam AS pertama ini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.