Ibu korban pemerkosaan India kecam politikus

  • 21 Januari 2013
Protes menentang pemerkosaan di India
Sejumlah kalangan meminta perlindungan bagi kaum perempuan.

Ibu korban pemerkosaan beramai-ramai di bus India mengecam berbagai komentar yang menyebutkan putrinya bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa putrinya.

Pernyataan itu disampaikan ibu korban dalam wawancara khusus dengan BBC.

Dia mengatakan para politikus yang mengatakan bahwa putrinya bertanggungjawab atas peristiwa yang kemudian merenggut nyawanya sama saja dengan menyetujui tindak kejahatan seperti itu.

Ibu korban merujuk pada komentar yang dikeluarkan oleh para politikus laki-laki dan sejumlah tokoh lainnya.

Mereka mengatakan perempuan patut dipersalahkan bila mereka diperkosa karena cara berpakaian dan tindakan mereka dipengaruhi budaya Barat.

Sidang kilat

Menurut ibu korban, pernyataan seperti itu bertendensi seks dan tidak bertanggung jawab, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di India Andrew North.

Putrinya, seorang mahasiswi berusia 23 tahun diperkosa beramai-ramai di dalam bus dan kemudian dilempar keluar pada tanggal 16 Desember. Korban sempat menjalani perawatan di India dan Singapura sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Pemerkosaan itu menggemparkan India dan menyulut serangkaian demonstrasi untuk menuntut keadilan dan perlindungan bagi kaum perempuan.

Sementara itu lima pria yang didakwa dalam kasus pemerkosaan hari ini (21/01) dijadwalkan hadir di pengadilan kilat khusus di ibukota India, Delhi.

Tersangka keenam diperkirakan akan disidangkan di pengadilan anak-anak.