BBC navigation

Burma resmi akhiri serangan ke Kachin

Terbaru  19 Januari 2013 - 13:47 WIB
kachin rebels

Pemberontak Kachin selama ini menuntut otonomi sendiri di Burma.

Pemerintah Burma secara resmi akhiri serangan militer terhadap pemberontak di negara bagian utara di Kachin.

Dalam sebuah pernyataan beberapa jam setelah parlemen meminta operasi militer diakhiri secara efektif mulai pukul 06:00 Sabtu (19/01).

Militer Burma mulai melakukan serangan bulan lalu, setelah 17 tahun gencatan senjata dengan pemberontak berakhir pertengahan 2011.

Militer Pembebasan Kachin, KIA, merupakan satu-satunya kelompok pemberontak besar yang tidak setuju untuk melakukan gencatan senjata dengan pemerintah.

Sejauh ini belum ada komentar dari KIA atas penghentian serangan militer pemerintah.

KIA selama ini dikenal sebagi pemberontak yang ingin mencari otonomi yang lebih luas di Burma.

Bagaimanapun, kepala tim perunding kelompok ini, Sumlut Gam, kepada Reuters mengatakan pengumuman ini ''bagus untuk didengar'' tetapi mereka masih akan menunggu atas apa yang akan terjadi Sabtu ini.

Puluhan ribu orang mengungsi sejak konflik kembali pecah di Kachin.

Pemerintah mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka melakukan serangan udara ke pejuang pemberontak yang mencoba memblokir jalur persediaan militer.

Penurunan tensi

Pernyataan dari kementerian informasi mengatakan militer ''akan mengikuti perintah presiden untuk tidak melakukan serangan kecuali dalam kondisi untuk pertahanan diri''.

Kemudian pernyataan berlanjut dengan menyebut: ''Dalam sebuah konflik bersenjata, kedua belah pihak harus menghentikan serangan untuk menurunkan tensi.''

Sebelumnya, perlemen baru Burma menyetujui sebuah mosi untuk menggelar gencatan senjata dan pembicaraan damai guna mengakhiri pertempuran 18 bulan antara pemberontak Kachin dengan militer.

Pemerintah baru Burma yang mendapat dukungan dari militer telah melakukan serangkaian reformasi sejak November 2010.

Tetapi pertempuran di Kachin semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir dan mendapatkan kecaman dari dunia internasional, yang menimbulkan pertanyaan tentang perluasan pengaruh pemerintah sipil atas militer yang berkuasa selama beberapa dekade.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.