Militan mengatakan masih menyandera 35 warga asing

  • 18 Januari 2013
Kompleks gas alam di Aljazair.
Pihak berwenang Aljazair belum menjelaskan rincian korban dalam operasi pembebasan sandera.

Krisis penyanderaan di Aljazair masih belum selesai, setelah kelompok militan mengatakan mereka masih menyandera sekitar 35 warga asing.

Hal tersebut dinyatakan Kementerian Luar Negeri Inggris, walau pihak berwenang Aljazair hari Kamis (17/01) sempat menyatakan operasi pembebasan sudah selesai.

Media-media di Aljazair melaporkan empat sandera dan beberapa militan tewas ketika pasukan yang didukung dengan helikopter tempur berupaya membebaskan para sandera.

Sedikitnya empat bebas namun masih belum jelas nasib sandera lainnya.

Kelompok militan Islam, Rabu 16 Januari, menguasai fasilitas gas alam Tigantourine di dekat kota Amenas, sekitar 100km dari perbatasan Aljazair dengan Libia.

Sehari kemudian, puluhan sandera dilaporkan berhasil melarikan diri dan sebagian besar adalah warga Aljazair.

Belum ada rincian

Fasilitas gas alam di Aljazair
Fasilitas gas alam Tigantourine dioperasikan oleh perusahaan Aljazair, Inggris, dan Norwegia.

Pihak berwenang Aljazair masih belum memberikan rincian tentang jumlah korban jiwa dalam operasi tersebut.

Kantor berita resmi Aljazair, APS, mengutip pejabat lokal yang mengatakan dua warga Inggris dan dua Filipina tewas.

Sehari sebelumnya, dua sandera lain berupa warga Inggris dan Aljazair tewas dalam serangan atas bus yang membawa para pekerja asing dari ke bandara.

Seorang juru bicara kelompok militan mengatakan kepada kantor berita Mauritania, ANI, bahwa mereka menyandera 35 orang sementara 15 militan tewas.

Pemerintah Inggris masih berupaya untuk memastikan nasib sekitar 20 warga Inggris dan Perdana Menteri David Cameron sudah memperingatkan berita buruk lainnya.

Jepang mengatakan sedikitnya 14 warga mereka masih hilang dan tiga berhasil bebas.

Sementara delapan warga Norwegia tidak bisa dipastikan keberadaannya dan satu berada dirawat di rumah sedangkan empat bebas tanpa cedera.

Berita terkait