BBC navigation

Pengacara Mesir divonis penjara dan cambuk

Terbaru  15 Januari 2013 - 19:37 WIB
Kota Jeddah

Ahmed al-Gizawi ditangkap di Bandara Jeddah ketika hendak menunaikan umrah.

Seorang pengacara hak asasi manusia Mesir dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan hukuman cambuk 300 kali oleh pengadilan Arab Saudi.

Pengadilan Jeddah menjatuhkan hukuman kepada pengacara Mesir, Ahmed al-Gizawi, dan seorang lainnya asal Mesir pada Selasa, 15 Januari.

Mereka dinyatakan bersalah menyelundupkan narkoba.

Hakim mengatakan vonis yang dijatuhkan tergolong ringan dengan mempertimbangkan moralitas dan kelakuan terdakwa.

Jaksa penuntut sebelumnya meminta Ahmed al-Gizawi dijatuhi hukuman mati.

Ahmed al-Gizawi ditangkap di Jeddah pada April 2012 ketika ia dan istrinya hendak menunaikan ibadah umrah.

Membela tahanan

Dia dituduh berusaha menyelundupkan 21.380 butir kapsul obat pencegah gelisah Xanax. Obat itu dilarang di Arab Saudi.

Menurut jaksa penuntut, Gizawi menyembunyikan obat di dalam kotak susu dan sampul Quran.

Ketika Ahmed al-Gizawi, organisasi Mesir, Jaringan Arab untuk Informasi Hak Asasi Manusia, mengatakan Gizawi ditangkap pihak berwenang Arab Saudi setelah dijatuhi hukuman in absentia selama satu tahun dan hukuman cambuk 20 kali karena mengkritik pemerintah Arab Saudi.

Gizawi, kata organisasi itu, dijadikan sasaran karena kegiatannya dalam membela para tahanan Mesir di Arab Saudi.

Pemerintah Mesir memprotes penangkapannya dan sebaliknya Arab Saudi memanggil duta besarnya di Mesir.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.