Krisis kemanusiaan Suriah 'mencemaskan'

  • 14 Januari 2013
pengungsi suriah
Para pengungsi menghadapi musim dingin terburuk dalam 20 tahun

Timur Tengah menghadapi krisis kemanusiaan 'mencemaskan' akibat konflik di Suriah, kata sebuah badan amal.

Dengan lebih dari 600.000 warga Suriah melarikan diri dari negara itu, International Rescue Committee meminta dunia luar untuk meningkatkan respon.

IRC menyebut tingkat pemerkosaan dan kekerasan seksual yang timbul dalam konflik itu "mengerikan."

PBB memperkirakan 60.000 orang tewas dalam kekerasan yang dimulai pada Maret 2011.

Selain orang yang meninggalkan negara itu, sedikitnya dua juta orang kehilangan tempat tinggal di Suriah.

'Sangat tidak cukup'

IRC mengatakan banyak pengungsi menyebut pemerkosaan sebagai alasan utama mereka meninggalkan Suriah dan mengatakan hal itu adalah kejahatan terbanyak dari perang tersebut. Pemerkosaan bahkan kerap dilakukan di hadapan anggota keluarga, kata badan itu.

Kelompok tersebut mengkritik apa yang mereka katakan sebagai kurangnya dukungan medis dan psikologis untuk para korban perang.

IRC mengatakan bantuan internasional "sangat tidak cukup" untuk krisis yang "terus memburuk."

Kelompok itu mengatakan ada satu wilayah permukiman yang porak poranda dan warganya terus berpindah pindah dari satu desa ke desa lain untuk menghindari pertempuran.

Beberapa hari terakhir, wilayah itu dilanda musim dingin terburuk dalam 20 tahun sehingga kondisi para pengungsi semakin memprihatinkan.

Di antara kelompok pengungsi Suriah di lembah Bekaa Lebanon, tidak ada satu anak pun yang mengenakan pakaian musim dingin, kata wartawan BBC lyse Doucet.

Semua pengungsi kedinginan dan terserang flu, bahkan banyak yang tidak mengenakan sepatu.

Pekan lalu, sebuah badan PBB memperingatkan satu juta warga Suriah terserang kelaparan.

World Food Program (WFP) mengatakan mereka membantu 1,5 juta warga Suriah namun pertempuran yang terjadi dan tak berfungsinya pelabuhan Tartus untuk mengantar makanan berarti banyak orang tidak dapat menerima bantuan.