Militer Suriah kembali menembakkan rudal

  • 10 Januari 2013
Militer Suriah
NATO mengatakan rudal ke kota-kota bagian utara Suriah, termasuk Aleppo.

Militer Suriah kembali menembakkan rudal balistik ke arah kota-kota di bagian utara negara itu, yang merupakan rudal ketiga dalam beberapa hari belakangan.

NATO mengatakan rudal yang ditembakkan Rabu (09/01) itu merupakan rudal jarak pendek dengan arah ke Aleppo dan Idlib dengan sasaran persimpangan jalan utama dan bekas pangkalan pemerintah yang kini dikuasai kelompok pemberontak.

Penembakan itu, tambah NATO, memperlihatkan ketidakperdulian pemerintah Suriah atas nyawa penduduk sipil.

Walau ketiga rudal diarahkan ke dalam Suriah, insiden terakhir ini tampaknya membuat NATO semakin yakin dengan keputusan untuk menempatkan rudal antibalistik Patriot guna mempertahankan ruang udara Turki.

Sistem pertahanan rudal itu dipasang di Turki bulan lalu, yang diperkirakan sudah bisa beroperasi dalam beberapa hari mendatang.

Perundingan gagal

Aleppo
Korban jiwa di Suriah, menurut PBB, sudaha mencapai 60.000 orang.

Pemerintah Suriah sudah membantah tuduhan penggunaan rudal tersebut.

Militer Turki memang memiliki rudal Scuds namun NATO tidak bisa memastikan jenis rudal yang digunakan dalam tiga insiden penembakan itu.

Kelompok perlawanan Suriah dalam beberapa bulan belakangan berhasil merebut sejumlah kawasan di bagian utara, termasuk Aleppo yang sebagian besar berada di bawah kendali mereka.

PBB memperkirakan 60.000 orang tewas -dan sebagian besar adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak- sejak maraknya konflik antara pemerintah pimpinan Presiden Bashar al-Assad dan kelompok perlawanan.

Hingga saat ini upaya-upaya perundingan untuk mengkahiri konflik berdarah itu masih belum membuahkan hasil.

Berita terkait