Australia terus berjuang melawan kebakaran

  • 10 Januari 2013
Pemadam kebakaran berburu dengan waktu memanfaatkan cuaca mendingin.

Pemadam kebakaran di tenggara Australia terus berjuang untuk memadamkan kebakaran semak sebelum suhu dan kecepatan angin meningkat kembali.

Lebih dari 120 titik api masih membakar di New South Wales, menghanguskan sedikitnya 300.000 hektar tanah dan menewaskan ribuan hewan ternak.

Meski saat ini cuaca mulai mendingin tetapi badan meteorologi memperkirakan cuaca panas akan kembali menyengat pada akhir pekan mendatang.

Kebakaran juga menghancurkan bangunan di New South Wales, Victoria dan Tasmania.

Rabu, gelombang panas bergeser dari pantai timur ke Queensland, dimana kebakaran semak bermula di Pulau Birbie, utara kota Brisbane.

Suhu akan bertahan di atas 30C di sepanjang negara bagian dan diperkirakan akan meningkat hingga 40C di sejumlah bagian pada hari ini, Kamis (10/01).

Pemadam Kebakaran New South Wales, RFS, mengatakan petugas mereka bekerja sepanjang waktu untuk memanfaatkan kondisi yang mendingin akibat hembusan angin selatan.

Di Sydney suhu turun di bawah 30C pada Rabu setelah melewati 40C pada Selasa.

"Kondisi yang mendingin jelas membantu, petugas pemadam kebakaran di lapangan bisa masuk dan membuat garis kurungan di sekitar kawasan yang terbakar,'' kata inspektur RFS Matt Inwood kepada ABC News.

"Kami tentu akan memanfaatkan kondisi di saat kami memilikinya, tetapi kami sangat mewaspadai kondisi yang akan kembali memanas dalam beberapa pekan mendatang.''

'Tornado api'

aussie fire
Keluarga Holmes di Tasmania sempat terjebak dalam gelombang panas.

Hingga saat ini masih ada sekitar 15 titik api belum berhasil dikuasai di kawasan tersebut, dengan kebakaran terburuk di NSW berada di dekat Yass, Sussex Inlet dan Cooma.

Semua taman nasional, hutan negara telah ditutup untuk umum.

Dengan suhu diperkirakan kembali meningkat akhir pekan mendatang, bahkan hembusan moderat akan membuat ''resiko dan problematik'', kata Komisaris RFS Shane Fitzsimmons.

Kebakaran semak juga terus menimbulkan kekhawatiran di kawasan selatan dan utara Tasmania.

Kebakaran besar masih berlangsung di semenanjung Tasman, dekat kawasan yang sudah terbakar selama akhir pekan kemarin.

Lebih dari 20.000 hektar lahan dan 120 rumah hancur terbakar di kawasan ini.

Serangkaian foto sebuah keluarga di Tasmania yang dikepung oleh ''tornado api'' tersebar di sejumlah media internasional.

Tim Holmes kepada ABC News mengatakan bahwa dia, istrinya dan lima cucunya mencari perlindungan di perairan di bawah dermaga saat kebakaran menutup kota Dunalley, 57km timur ibukota Hobart.

"Kami melihat tornado api datang ke arah kami dan hal berikutnya yang kami tahu adalah semuanya di sekitar kami terbakar,'' kata Holmes.

Pemadam kebakaran juga mencari kemungkinan korban di reruntuhan bangunan yang hancur terbakar, tetapi sejauh ini belum ada laporan korban jiwa yang ditimbulkan.

Sementara di negara bagian Victoria, pemerintah mempertimbangkan untuk menawarkan dana bantuan darurat bagi mereka yang kehilangan rumah.

Suhu di Australia dalam beberapa hari ini telah melampaui suhu maksimum 39C dari 2 hingga 8 Januari.

Suhu tertinggi nasional pada Senin kemarin memecahkan rekor baru sebesar 40.33C.

BMG Australia memperkirakan suhu ekstrem akan berlanjut selama beberapa pekan mendatang.

bmkg australia
BMG Australia memperkirakan gelombang panas akan berlanjut.