BBC navigation

Parlemen AS hindari jurang fiskal

Terbaru  2 Januari 2013 - 11:44 WIB
capitol usa

DPR AS sepakat menghindari "jurang fiskal" yang meliputi kenaikan pajak drastis dan pemangkasan anggaran.

Kesepakatan itu dicapai melalui pemungutan suara dengan hasil 257 berbanding 167. Kebijakan ini akan sah setelah ditandatangani oleh presiden.

Pemerintah AS mendapat tekanan besar untuk segera membuat keputusan sebelum pasar finansial dibuka kembali hari Rabu.

Beberapa politisi Republik ingin mengamandemen RUU itu dan memperbesar pemangkasan anggaran, tetapi mereka membatalkan gagasan itu.

RUU, yang meningkatkan pajak bagi orang kaya, diloloskan di Senat pada Selasa dini hari dengan 89 suara setelah pembicaraan panjang dengan Wakil Presiden Joe Biden dan kubu Republik di Senat.

Pemangkasan anggaran ditunda selama dua bulan untuk mendorong kesepakatan yang lebih luas lagi.

"Jurang fiskal" mulai berlaku tengah malam pada hari Senin ketika kebijakan insentif kredit yang diterapkan pada era George W Bush kadaluarsa.

Tenggat waktu 1 Januari memicu kenaikan pajak sekitar $536 miliar dan pemangkasan anggaran hingga $109 miliar dari program domestik dan militer.

Para ahli ekonomi memperingatkan bahwa jika efek penuh jurang fiskal diberlakukan, maka angka pembelanjaan konsumen akan berkurang dan memicu resesi baru.

Kesepakatan kompromi Senat itu memperpanjang insentif kredit bagi warga AS yang berpenghasilan dibawah $400.000 dari $250.000 yang diajukan oleh Demokrat.

Sebagai tambahan, paket itu juga meliputi kenaikan pajak warisan dari 35% menjadi 40%, perpanjangan satu tahun bagi pemberian bantuan bagi mereka yang tidak bekerja dengan jumlah penerima dua juta orang dan perpanjangan lima tahun bagi insentif kredit yang dapat membantu keluarga miskin dan kelas menengah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.