BBC navigation

Kekhawatiran ancaman "jurang fiskal" AS

Terbaru  28 Desember 2012 - 08:03 WIB
AS

DPR dan Presiden AS masih belum temukan kesepakatan untuk hindari jurang fiskal.

AS akan menghadapi "jurang fiskal", karena kesepakatan untuk menghindari kenaikan pajak dan pemotongan anggaran pengeluaran, masih tampak suram seperti disampaikan oleh pemimpin mayoritas di Senat.

Berbicara di Senat, Harry Reid dari Partai Demokrat mengatakan tampaknya tidak cukup waktu untuk mencapai kesepakatan sebelum Senin malam (31/12), yang merupakan batas waktu terakhir tahun ini.

Presiden dan Senat kembali bekerja, satu hari sebelum batas waktu.

Analis mengatakan ancaman "jurang"fiskal akan membuat AS mengalami resesi.

Presiden Barack Obama dilaporkan berbicara dengan pemimpin Kongres melalui telepon pada Rabu untuk mengetahui perkembangan pembicaraan mengenai pajak dan anggaran.

Pemimpin mayoritas Parlemen Eric Cantor mengatakan parlemen kemungkinan masih melakukan pembahasan dari Minggu pagi sampai 2 Januari nanti, tetapi tidak memberikan rincian terhadap rencana pemungutan suara.

Kongres dengan para senator yang merefleksikan hasil pemilu November lalu itu, akan berencana untuk bersidang pada 3 Januari mendatang.

Perdebatan mengenai masalah "jurang fiskal" telah menyebabkan Washington terpecah dalam beberapa pekan, sebab Presiden Obama dan Ketua DPR John Boehner tidak dapat mencapai kesepakatan sebelum Natal lalu.

Presiden ingin memastikan bahwa pajak tidak akan naik bagi warga Amerika yang berpenghasilan dibawah US$400.000, dan meminta dengan tegas kenaikan pajak baru dalam kesepakatan.

Tetapi banyak senator dari Partai Republik menolak pajak baru, dan rencana alternatif yang diusulkan oleh Boehner - yang menaikan pajak hanya bagi orang yang berpenghasilan lebih dari US$1 juta. Usulan itu ditolak di DPR pada pekan lalu.

Sikap DPR

Republikan meninggalkan Washington untuk merayakan Natal dan mengatakan tanggung jawab untuk menghindari adanya "jurang fiskal" berada di Senat yang dipimpin oleh Demokrat.

"Partai Republik mempertimbangkan semua usulan dari Demokrat, dan tidak akan "menuliskan sebuah cek kosong""

Mitch McConnell, Partai Republik

Tetapi, anggota Senat pada Kamis lalu, Reid mengatakan syarat untuk mendapatkan setidaknya 60 sampai 100 suara untuk menuju pemugutan suara di legislatif hampir menjadi malapetaka bagi rencana baru kecuali Republik memberikan dukungan.

"Ini tampaknya bahwa kami berada di ujung tanduk," kata Reid mengenai jurang fiskal.

Pemimpin Senat mengatakan DPR merupakan "sebuah bentuk kediktatoran", dan menuduh Boehner menghalangi pemungutan suara terhadap RUU yang disetujui Senat untuk menghindari jurang fiskal.

"John Boehner tampaknya lebih peduli untuk mempertahankan jabatannya dibandingkan dengan kepentingan keuangan negara," kara Reid. Boehner menghadapi pemilihan internal di Partai Republik untuk pergantian posisi di DPR pada 3 Januari mendatang.

Sementara itu, pemimpin minoritas Senat dari Partai Republik Mitch McConnell mengatakan bahwa ketika anggota Senat dari Partai Republik mempertimbangkan semua usulan dari Demokrat, mereka tidak akan "menuliskan sebuah cek kosong" untuk mengatasi jurang fiskal.

Tetapi McConnell, berbicara di Senat bahwa masih ada waktu untuk mencapai "sebuah kesempatan".

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.