BBC navigation

Presiden Burma kecam korupsi di negaranya

Terbaru  26 Desember 2012 - 18:23 WIB
Thein Sein

Presiden Thein Sein menjalankan reformasi politik dan ekonomi.

Presiden Burma Thein Sein secara terbuka mengecam pemerintahnya dengan mengatakan pemerintah belum memenuhi standar internasional.

Thein Sein menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan menteri kabinet, kepala pemerintah daerah dan jajaran birokrat senior pada Rabu, 26 Desember.

"Tata kelola pemerintahan yang baik masih lemah di Burma dan masih tertinggal dari norma-norma internasional," kata Thein Sein dalam pidato yang juga disiarkan langsung oleh televisi dan radio.

"Saya ingin menekankan bahwa suap dan korupsi harus dicegah secara efektif untuk menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik," tambah mantan jenderal itu.

Dia mengatakan korupsi harus diberantas karena menjadi ganjalan untuk mewujudkan pemerintah yang baik.

"Kita mendapati bahwa departemen-departemen di berbagai tingkat pemerintahan telah gagal mendengarkan suara rakyat dan kurang transparan," tegas Presiden Thein Sein.

Sejak berkuasa Maret lalu, mantan jenderal ini menjalankan reformasi politik dan ekonomi, setelah Burma dikuasai rezim militer selama beberapa dekade.

Thein Sein, 67, mendapat pujian internasional karena menjalankan reformasi tersebut, antara lain membebaskan tahanan politik, menghentikan sensor langsung terhadap media dan mengizinkan demonstrasi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.