Mesir gelar referendum tahap kedua

  • 23 Desember 2012
Referendum Mesir
Penghitungan suara referendum konstitusi dilakukan sejumlah lokasi

Warga Mesir gelar referendum tahap kedua dan menantikan hasil referendum atas konsititusi yang menimbulkan perpecahan antara pendukung Morsi dan penentangnya.

Pemungutan suara terakhir akan digelar Minggu (23/12) ini, di 17 dari 27 provinsi di Mesir. Ditengah penyelenggaraan referendum itu, Wakil Presiden Mahmoud Mekki mengumumkan pengunduran diri.

Selama beberapa bulan terakhir, tujuh dari 17 orang penasihat utama Presiden Mohammed Morsi mengundurkan diri.

Mekki, seorang mantan hakim menjadi wakil presiden pada Agustus lalu, mengatakan "alam politik" tidak cocok dengan latar belakang profesionalnya.

Sabtu (23/12) malam, televisi pemerintah mengumumkan bahwa gubernur bank sentral, Farouq al-Uqdah, juga mundur dari jabatannya. Meski demikian, seorang pejabat kabinet membantah laporan tersebut.

Pendukung Morsi mengatakan bahwa konstitusi tersebut akan mengamankan demokrasi dan stabilitasi ekonomi yang tengah melemah.

Tetapi para penantangnya menuduh presiden mencoba menerapkan hukum Islam dan mengabaikan hak-hak kelompok Kristen, yang mencapai 10% dari populasi dan juga hak perempuan.

Menurut sebuah laporan, yang mengutip dari partai politik Ikhwanul Muslimin, sekitar empat juta suara telah dihitung dan sebagian besar mendukung konstitusi.

Seorang pemilih yaitu mahasiswa hukum berusia 19 tahun, Ahmed Mohammed, mengatakan dia memilih 'setuju' karena Mesir membutuhkan "sebuah konstitusi agar stabil".

Tetapi di tempat pemungutan suara yang sama di Giza, seorang ibu rumah tangga berusia 50 tahun, Zarifa Abdul Aziz, mengatakan :" Saya akan memilih "tidak" untuk ribuan kali. Saya tidak nyaman dengan Ikhwanul dan apa yang mereka lakukan".

Dalam referendum tahap pertama pada 15 Desember lalu, hanya sekitar 30% pemilih yang berpartisipasi, dan hitungan tak resmi menyebutkan sekitar 56% mendukung rancangan konstitusi.

Kritik menyebutkan dokumen itu cenderung menerapkan hukum-hukum Islam dan mengkhianati revolusi yang berhasil menggulingkan Hosni Mubarak pada tahun lalu.

Berita terkait