Angin siklon menghantam Fiji

  • 18 Desember 2012
Cyclone Evan Fiji
Badai itu menumbangkan pepohonan dan memutus aliran listrik

Siklon terbesar yang menyerang Fiji dalam 20 tahun mengakibatkan kerusakan parah dengan kecepatan angin 200 km/jam.

Ribuan orang mengungsi di barak-barak pengungsian ketika badai kategori empat itu menerjang dan menghancurkan rumah warga, memutus aliran listrik serta memicu banjir bandang.

Siklon Evan telah diturunkan kategorinya dan diperkirakan akan melemah saat mendekati perairan selatan.

Tidak ada korban jiwa di Fiji. Sedangkan di Samoa pekan lalu Evan menewaskan lima orang.

Negara kepulauan itu tidak menyiarkan peringatan dirni ketika badai tropis menyerang akhir pekan lalu. Otoritas Samoa mengatakan pada kantor berita AFP bahwa selain korban tewas, 10 orang warga masih dinyatakan hilang.

'Zona perang'

Di Fiji, pulau Viti Levu di sebelah barat Fiji menjadi daerah dengan kerusakan terparah. Kota terbesar kedua di negara itu, Lautoka, tampak seperti 'zona perang' pasca serangan Evan, seperti dilaporkan harian Fiji Times.

Hujan deras mengakibatkan sungai-sungai meluap dan merendam jalan raya serta jembatan, sedangkan angin kencang menumbangkan tiang listrik dan menerbangkan atap bangunan.

Ratusan keluarga diminta mengungsi karena struktur bangunan perumahan yang dinilai tidak aman.

Lebih dari 8.000 orang menyelamatkan diri ke 137 pusat evakuasi kata Kementerian Penerangan.

Ribuan wisatawan juga dilaporkan mengungsi dari pulau-pulau di sekitar Viti Levu dan menunggu badai berlalu.

Penerbangan dari dan ke Fiji dibatalkan.

Polisi membatasi pergerakan warga keluar dan masuk kota-kota utama untuk melindungi pusat-pusat bisnis dari penjarah.

Pasokan air ke kawasan terpencil terganggu sebagai akibat dari putusnya aliran listrik.

Australia dan Selandia Baru menawarkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi serta bantuan tim mitigasi bencana.