Referendum konstitusi Mesir sudah dimulai

  • 12 Desember 2012
Referendum konstitusi Mesir di Muscat.
Warga Mesir memberi suara dalam referendum konstitusi Mesir di Muscat, Oman.

Referendum atas rancangan konstitusi Mesir yang kontroversial sudah dimulai di kedutaan dan konsulat di luar negeri Rabu 12 Desember, sebelum berlangsung di Mesir.

Kantor berita resmi Mena memperkirakan sekitar 589.000 warga Mesir yang tinggal di luar negeri akan memberi suaranya.

Namun karena banyak hakim yang menolak mengawasi referendum, masih belum jelas apakah akan berlangsung satu hari saja atau berlangsung hingga pekan depan.

Diperkirakan sekitar 90% hakim menolak untuk ikut serta dalam proses pemantauan sementara kubu oposisi sudah meminta agar referendum itu dibatalkan.

Jalan-jalan di ibukota Kairo tampak tenang pada Rabu 12 Desember 2012, sehari setelah ribuan pengunjuk rasa yang menentang maupun mendukung rancangan konstitusi, yang mendapat persetujuan dari Presiden Mohammed Morsi untuk dibawa ke referendum.

Sebelumnya panglima militer Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, menyerukan digelarnya dialog nasional untuk menyelesaikan sengketa referendum rancangan undang-undang dasar baru.

Presiden Morsi dilaporkan bersedia datang, sementara oposisi mengatakan akan diwakili pada tingkat tertentu, seperti dilaporkan wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne.

Belum jelas

Barisan Pembebasan Nasional, NSF, menolak untuk mengakui rancangan tersebut dengan alasan disusun oleh majelis yang didominasi oleh politisi beraliran Islam dan gagal melindungi hak-hak perempuan dan kaum minoritas.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu (13/12) mereka meminta agar warga menolak rancangan konstitusi.

Warga Mesir
Seorang perempuan Mesir memberikan suaranya di ibukota Yordania, Amman.

"Kami meminta semua warga memilih 'tidak' dalam referendum tentang konstitusi," tutur juru bicara NSF, Khaled Dawud, dalam konferensi pers di Kairo seperti dikutip kantor berita AFP.

Waktu pelaksanaan referendum di dalam negeri Mesir sejauh ini masih simpang siur, walau rencananya sudah akan digelar tiga hari lagi.

Laporan-laporan media menyebutkan referendum yang rencananya awalnya pada 15 Desember di dalam negeri Mesir akan berlangsung dalam dua hari Sabtu.

Sebuah sumber di Departemen Kehakiman mengatakan kepada BBC bahwa kota-kota utama, seperti Kairo dan Alexandria, bersama delapan wilayah pemerintahan lain akan melakukan referendum pada 15 Desember.

Sedangkan 17 wilayah lain akan menggelar referendum pada Sabtu pekan depannya, 22 Desember 2012.

Bagaimanapun koran milik pemerintah, al-Ahram, mengutip Ketua Komisi Pemilihan Mesir yang menegaskan bahwa referendum hanya akan berlangsung satu hari.