BBC navigation

Jumlah korban topan bopha 620 jiwa

Terbaru  10 Desember 2012 - 11:56 WIB
Korban bopha

Topan bopha menghancurkan wilayah sekitar provinsi Mindanao di Filipina.

Jumlah korban topan Bopha di Filipina Timur melonjak melebihi 800 orang, 620 korban diantaranya dipastikan tewas.

Jumlah korban naik pesat karena hilangnya kontak dengans ekitar 300 nelayan yang sedang melaut saat gelombang besar menghantam wilayah itu pekan lalu, kata Kepala Pertahanan Sipil Filipina Benito Ramos.

Regu penyelamat meneruskan upaya pencarian di pulau Mindanao yang hancur akibat topan Selasa (4/12) lalu.

Topan ganas ini masih diperkirakan akan kembali, dimana seruan agar waspada dan siaga disebar aparat ke wilayah sekitar pulau Luzon.

Presiden Benigno Aquino menyatakan keadanaan secara nasional, agar negara punya wewenang mengontrol harga bahan makanan pokok dan pemerintah daerah punya hak menggunakan dana bantuan bencana.

Jepang, AS, Australia dan Kanada telah menjanjikan pemberian bantuan.

'Hancur 100%'

Dua pulau paling timur di Mindanao, Lembah Compostela dan Davao Oriental, adalah dua lokasi yang paling parah dihajar topan Bopha.

Di New Bataan, di Lembah Compostela, sejumlah bangunan termasuk tempat mengungsi darurat terbawa air atau terkubur banjir dan longsor.

Lebih dari 300.000 orang dipaksa mengungsi akibat bencana. Makanan dan air bersih langka dan dilaporkan mulai terjadi kasus penjarahan di beberapa daerah.

Sejumlah korban berbaris di pinggir-pinggir jalan di Lembah Compostela sambil membawa tulisan meminta bahan makanan.

"Kasihanilah kami, mohon bantuannya"

Korban bopha

"Kasihanilah kami, mohon bantuannya," kata sebuah papan yang dibawa salah satu korban anak-anak.

Taksiran dari tim PBB menyebut "kehancuran total 100%"saat tiba di Mindanao, kata juru bicara Imogen Wall, yang mengatakan warga sipil di lokasi "sangat memerlukan bantuan" untuk waktu yang akan berlangsung lama.

"Ini adalah wilayah yang sangat miskin dimana semuanya sangat bergantung pada sektor pertanian. Kalau warga tak bisa mendapat penghasilan dari hasil kebunnya maka tak ada makanan yang bisa dimakan untuk sekeluarga," kata Wall pada kantor berita AFP.

Catatan Dewan manajemen dan Pengurangan Risisko Bencana Nasional menyebut pada hari Minggu (9/12) jumlah korban mencapai 620 jiwa, hampir 1.500 orang luka dan masih 817 lagi dinyatakan hilang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.