BBC navigation

Meriam air untuk bubarkan unjuk rasa di Burma

Terbaru  29 November 2012 - 16:06 WIB
Unjuk rasa di Burma

Unjuk rasa juga berlangsung di Rangoon untuk mendukung aksi di Monywa.

Polisi Burma menggunakan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa yang menentang perluasan tambang tembaga di kota Monywa, Burma tengah.

Para pegiat mengatakan belasan orang cedera dan kamp tempat tinggal mereka dibakar. Aparat polisi, tambah mereka, tiba di tempat pada Kamis 29 November subuh ketika pengunjuk rasa sedang tidur.

Unjuk rasa yang dilakukan oleh petani setempat, biksu, dan pegiat ini menentang pengusiran paksa demi perluasan tambang Wanbao di dekat kota Monywa.

Petani setempat yang mengawali unjuk rasa sejak Juni tahun ini mengatakan mereka dipaksa menerima kesepakatan dua tahun lalu untuk menyerahkan tanah mereka dengan imbalan perumahan baru dan ganti rugi keuangan.

Laporan-laporan menyebutkan perluasan tambang memerlukan tanah seluas 3.000 hektar lebih.

Tambang tersebut merupakan yang terbesar di Burma, milik patungan militer Burma dan perusahaan produsen senjata Cina, Norinco.

Ultimatum pemerintah

Aung San Suu Kyi

Aun San Suu Kyi rencananya akan bertemu dengan para pengunjuk rasa.

Pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi dilaporkan akan berkunjung ke tempat ini, Kamis 29 November, untuk berbicara dengan pengunjuk rasa, seperti dilaporkan wartawan BBC dari Bangkok, Jonathan Head.

Undang-undang tentang protes umum belakangan ini dilonggarkan di Burma sejalan dengan upaya reformasi yang ditempuh pemerintah pimpinan Presiden Thein Sein.

Namun pekan ini pemerintah memberi ultimatum kepada pengunjuk rasa untuk membubarkan diri.

Polisi juga sudah menangkap enam pemimpin unjuk rasa di Rangoon yang menentang perluasan tambang Wanbao.

Insiden di tambang Wanbao ini tampaknya menjadi batu ujian bagi pemerintah Burma dalam mengatasi unjuk rasa yang semakin sering terjadi berkaitan dengan pengambilalihan lahan yang terjadi di masa rezim militer.

Klik Presiden Barack Obama, pada pertengahan November ini, berkunjung keKlik Burma untuk memperlihatkan dukungan terhadap proses reformasi Burma walau sejumlah pegiat hak asasi mengkritiknya karena dukungan ini dinilai terlalu dini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.