Kampanye pilpres Korea Selatan dimulai

Terbaru  27 November 2012 - 17:24 WIB
south korean presidential candidates

Park Geun-hye dan Moon Jae-in akan bersaing dalam pemilu presiden 19 Desember

Kampanye resmi dimulai di Korea Selatan menjelang pemilu presiden yang diperkirakan akan berlangsung ketat.

Park Geun-hye dari partai konservatif berkuasa Saenuri menghadapi Moon Jae-in dari Partai Kesatuan Demokratik liberal pada 19 Desember mendatang.

Kandidat utama ketiga dari kubu independen Ahn Cheol-soo mundur dari pemilu pekan lalu dan mengalihkan dukungannya untuk Moon.

Jajak pendapat menempatkan kedua kandidat dalam posisi yang sangat ketat tiga minggu menjelang pemilu.

Presiden Lee Myung-bak mengundurkan diri, karena undang-undang mensyaratkan bahwa ia harus turun setelah memerintah selama lima tahun.

Suara terbelah

Park, 60, berupaya menjadi presiden wanita pertama di Korea Selatan dinilai lebih berpeluang hingga Ahn mundur.

Keputusan itu menyusul dialog panjang dengan Moon atas kekhawatiran bahwa membelah suara antara kedua kandidat akan memberi peluang menang lebih besar pada partai berkuasa.

Park, yang meruapakan anak perempuan dari mantan pejabat militer Park Chung-hee, meminta maaf atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan selama ayahnya berkuasa.

Ayahnya memimpin Korea Selatan dari 1961 hingga ia dibunuh oleh kepala badan intelijennya sendiri pada 1979.

Sementara itu, Moon, dipenjara pada 1970an karena memprotes pemerintahan Park Chung-hee.

Sebagai pengacara hak asasi manusia, ia bertugas sebagai kepala staf bagi pendahulu Lee, Roh Moo-hyun, presiden liberal yang kemudian bunuh diri di tengah dugaan korupsi.

Ancaman Korea Utara

Wartawan BBC Lucy Williamson di Seoul mengatakan sejumlah kalangan memandang pemilu ini sebagai referendum atas presiden-presiden terdahulu.

Kampanye pemilihan presiden dimulai di tengah laporan bahwa Korea Utara akan melakukan uji coba peluru kendali jarak jauh dalam beberapa pekan mendatang.

Operator satelit komersial DigitalGlobe mengatakan gambar-gambar yang baru didapat menunjukkan adanya aktivitas di Stasiun Peluncuran Satelit Sohae.

Aktivitas saat ini meliputi pergerakan peralatan dan truk yang konsisten dengan apa yang telah diobservasi sebelumnya, sebelum peluncuran peluru kendali Utara yang gagal April lalu.

Pyongyang mengatakan peluncuran itu bertujuan untuk meletakkan satelit ke orbit tetapi hal itu dikritik oleh AS, Korea Selatan dan Jepang sebagai tes teknologi peluru kendali jarak jauh yang terlarang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.