BBC navigation

Parlemen Malaysia larang pelecehan lawan jenis

Terbaru  27 November 2012 - 17:37 WIB
Etalase jilbab di Malaysia

Parlemen Malaysia sekarang terikat peraturan untuk tidak melecehkan lawan jenis.

Parlemen Malaysia menyetujui larangan mengeluarkan kata-kata yang melecehkan orang berdasarkan jenis kelamin setelah muncul sejumlah kasus penghinaan.

Larangan tersebut tertuang dalam perubahan Peraturan Musyawarah Dewan Rakyat yang disetujui Selasa (27/11).

Dalam peraturan baru disebutkan, "Adalah menjadi kesalahan bagi Ahli Dewan yang menggunakan bahasa kurang sopan (biadap) atau membuat kenyataan seksis."

Ahli Dewan merujuk pada anggota parlemen. Anggota parlemen yang melanggar terancam mendapat peringatan atau bahkan diberhentikan dari parlemen.

Perubahan peraturan ditempuh setelah muncul sejumlah kasus yang melibatkan anggota parlemen laki-laki mengelurkan kata-kata yang dinilai menghina perempuan.

"Ini tidak bisa diterima. Tidak ada satu pun situasi yang bisa dijadikan landasan untuk mengeluarkan perkataan yang melecehkan lawan jenis," kata anggota parlemen Fong Po Kuan seperti dikutip kantor berita AFP.

Insiden anggota parlemen

Fong Po Kuan sendiri merasa mengalami penghinaan dalam dengar pendapat tentang kondisi atap gedung parlemen yang bocor.

Dalam sidang Dewan Rakyat pada 2007 itu, seorang anggota parlemen Datuk Bung Mokhtar Radin menggunakan kata bocor untuk merujuk pada siklus bulanan anggota parlemen dari daerah pemilihan Batu Gajah itu.

"Belakangan ini, terdapat telah banyak insiden tersebut ... Ini adalah untuk melindungi martabat wanita."

Mohamed Nazri Aziz

"Mana ada bocor? Batu Gajah pun bocor tiap-tiap bulan juga," kata Bung Mokhtar seperti dilaporkan sejumlah media Malaysia.

Fong Po Kuan dan para anggota perempuan berang dan memaksa Bung Mokhtar meminta maaf.

Pada 2011, anggota parlemen Mas Datuk Ibrahim Ali menuduh kaum istri mendorong suami berselingkuh sebab para istri tidak melayani suami apabila diperlukan suami.

Menanggapi larangan kata-kata yang melecehkan orang berdasarkan jenis kelamin di parlemen, Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Seri Mohamed Nazri Aziz mengatakan larangan itu bertujuan mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.

"Belakangan ini, terdapat telah banyak insiden tersebut ... Ini adalah untuk melindungi martabat wanita," tuturnya seperti dilaporkan oleh sejumlah media Malaysia.

Dia menambahkan ketua parlemen berkuasa mutlak untuk menentukan perkataan yang masuk kategori melecehkan orang atas dasar jenis kelamin.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.