Obat batuk beracun di Pakistan menewaskan 13 orang

Terbaru  26 November 2012 - 19:45 WIB
Obat batuk beracun

Polisi mengatakan sebagian besar korban adalah para pecandu obat bius.

Paling tidak 13 orang meninggal di kota Lahore, Pakistan, setelah minum apa yang disebut pemerintah obat batuk beracun.

Satu perusahaan farmasi, yang dilaporkan memiliki persediaan sirup itu, telah ditutup dan pemiliknya ditahan.

Korban meninggal akibat obat batuk beracun terjadi hari Jumat dan Sabtu lalu.

Para pejabat mengatakan sebagian besar sebagian besar korban adalah pecandu obat bius di kawasan Shahdra di Lahore.

Polisi mengatakan obat batuk yang mudah dibeli di apotik terkadang digunakan para pencandu untuk mabuk, kata polisi.

Obat jantung

"Sebagian besar korban ditemukan meninggal di kawasan pemakaman, tempat para pecandu obat bius mencoba berbagai macam obat terlarang," kata pejabat polisi Atif Zulfiqar kepada kantor berita AFP.

Menteri kepala Provinsi Punjab memerintahkan penyelidikan dituntaskan dalam 72 jam ini.

Dinas kesehatan provinsi menggerebek sejumlah pabrik obat dan menyita persediaan obat batuk itu.

Sejumlah laporan menyebutkan obat yang disita masih dapat digunakan dan belum kadaluwarsa.

Bulan Januari lalu, lebih dari 100 orang meninggal setelah menenggak obat jantung yang terkontaminasi di Lahore.

Pejabat mengatakan korban meningal akibat obat yang terkontaminasi yang diberikan kepada pasien jantung di rumah sakit pemerintah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.