Warga Syiah jadi sasaran bom lagi di Pakistan

Terbaru  25 November 2012 - 17:06 WIB
korban syiah

Banyak warga Syiah yang mengalami luka berat dalam serangan bom yang terjadi pada hari Minggu (25/11).

Setidaknya empat orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka saat sebuah bom kembali meledak menyasar muslim Syiah yang tengah melakukan prosesi keagamaan di wilayah barat laut Pakistan pada hari Minggu (25/11).

Ini merupakan serangan bom kedua yang terjadi di kota Dera Ismail Khan setelah sebelumnya bom serupa juga meledak dan menewaskan delapan orang warga Syiah pada hari Sabtu (24/11).

Pejuang Taliban telah mengatakan bertanggung jawab dalam sejumlah aksi serangan terhadap umat Syiah di Pakistan termasuk yang terjadi pada hari Sabtu kemarin.

Namun mereka mengaku tidak bertanggung jawab dalam aksi serangan yang terjadi hari ini.

Kota Dera Ismail Khan merupakan basis kelompok militan Islam Sunni yang melihat Syiah sebagai kelompok kafir.

Saksi mata mengatakan bom yang meledak pada hari Minggu berada tidak dari sebuah toko yang berada di jalan menuju pasar setempat.

Saat ledakan terjadi warga Syiah tengah melewati jalan tersebut.

Gambar di televisi menunjukan sejumlah korban yang mengalami luka parah tengah diangkut oleh petugas medis untuk dibawa ke rumah sakit setempat.

Pengmanan diperketat

Seorang dokter mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah karena banyak yang mengalami luka berat.

Wartawan BBC di Islamabad, Orla Guerin mengatakan ada kekhawatiran terhadap terjadinya serangan lanjutan yang mematikan dan akan memakan banyak korban terhadap kelompok Syiah mengingat mereka tengah bersiap melakukan peringatan hari Ashura akhir pekan ini.

Pemerintah Pakistan telah mengerahkan ribuan polisi untuk mencegah aksi kekerasan berlanjut.

Langkah ini dilakukan setelah kelompok militan Sunni mengeluarkan ancaman serangan terhadap warga Syiah.

Pihak keamanan sebelumnya juga telah memerintahkan penghentian sementara layanan telepon genggam di sejumlah kota besar sebagai langkah pengamanan pada perayaan Muharam yang berlangsung sejak hari Sabtu.

Penghentian layanan telepon genggam dimulai pukul 06:00 Sabtu hingga hari berikutnya. Sebagian kota bahkan tidak akan menerima layanan telepon genggam selama dua hari berturut-turut.

Namun dalam serangan hari Sabtu, ledakan bom justru dipicu oleh sebuah remote control televisi yang dinyalakan oleh pelaku.

Laporan terbaru juga mengatakan dalam ledakan hari ini pelaku menggunakan cara yang sama untuk memicu ledakan bom.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.