BBC navigation

India eksekusi pelaku penyerangan di Mumbai

Terbaru  21 November 2012 - 13:23 WIB
mohammad_ajmal_amir_qasab

Mohammad Ajmal Amir Qasab dinilai bertanggung jawab terhadap tewasnya 55 warga Mumbai.

Pemerintah India mengeksekusi terpidana mati pelaku penyerangan di kota Mumbai tahun 2008 lalu hari Rabu (21/11) di Penjara Yerawada, kota Pune.

Terpidana bernama Mohammad Ajmal Amir Qasab menjalani hukuman gantung setelah sempat mengajukan pengampunan kepada Presiden India, Pranab Mukherjee awal bulan ini.

Namun permohonan yang diajukan oleh warga Pakistan itu ditolak oleh Mukherjee.

Qasab merupakan satu-satunya pelaku yang ditangkap hidup-hidup oleh pihak keamanan India.

Rekan Qasab yang berjumlah sembilan orang tewas ditembak saat melakukan aksi penyerangan tersebut.

Serangan yang menyasar stasiun kereta, hotel mewah dan pusat kebudayaan Yahudi di Mumbai tersebut telah mengakibatkan 166 orang tewas.

Penghormatan korban

Qasab dalam peristiwa itu dinyatakan bertanggung terhadap penyerangan di stasiun kereta Mumbai yang menewaskan 52 orang.

Dia dijatuhi hukuman mati dalam persidangan yang berlangsung pada bulan Mei tahun 2010 karena terbukti melakukan pembunuhan dan kejahatan lainnya.

Hukuman ini kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung pada bulan Agustus lalu.

"Hukuman ini merupakan penghormatan kepada orang-orang yang tidak bersalah dan petugas kepolisian yang tewas dalam serangan keji yang dilakukan terhadap bangsa kita," kata Menteri Dalam Negeri India, RR Patil seperti dikutip oleh Associated Press.

Sementara itu Menteri Federal Sushi Kumar Shinde mengatakan dia telah menandatangani perintah eksekusi terhadap Qasab pada7 November lalu atau dua hari setelah permohonan pengampunannya ditolak oleh Presiden Mukherjee.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.