Krisis Gaza: Israel siapkan tentara cadangan

Terbaru  16 November 2012 - 10:14 WIB
gaza

Israel mulai menggerakkan tank dan kendaraan bersenjata lainnya ke Gaza.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak telah meminta 30.000 tentara cadangan untuk bersiap, ditengah spekulasi kemungkinan serangan darat di Gaza.

Pengumuman ini keluar setelah militan Palestina menembakan roket dari Gaza ke Tel Aviv.

Pertempuran semakin meningkat sejak Israel membunuh Ahmed Jabari, pemimpin militer Hamas yang mengontrol Gaza, Rabu (14/11).

Sedikitnya 18 warga Palestina di Gaza tewas dalam serangan udara Israel, termasul anak-anak, dan tiga warga Israel tewas disebabkan oleh tembakan roket Palestina ke selatan Palestina.

Pada Kamis malam, Hamas mengatakan telah menembakan lebih dari 350 roket dari Gaza, yang oleh Israel disebut 130 diantaranya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan anti misil Iron Dome.

Tetapi di Tel Aviv, warga berlindung setelah sirene serangan udara dibunyikan akibat ancaman misil yang pertama di kota ini sejak 1991. Satu misil mendarat di sebuah kawasan tak berpenduduk sementara satu lagi jatuh di laut.

Sayap militer Jihad Islamis menyatakan mereka telah menembakan sebuah roket buatan Iran, Fajr-5, yang memiliki jarak tempuh sekitar 75km.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan serangan dengan menargetkan Tel Aviv akan ''ada harga yang harus dibayar oleh pihak lain''.

'Agresi yang tak dapat diterima'

gaza

Kebanyakan korban di Gaza adalah warga sipil dan anak-anak.

Kamis dinihari, wartawan BBC di Gaza melaporkan sejumlah ledakan besar dan tembakan misil di sekitar Kota Gaza saat serangan udara Israel berlanjut.

Ada juga laporan yang menyebut bus berisi tentara Israel dan truk yang membawa tank dan personil bersenjata, berjalan menuju kawasan pantai.

Sejumlah saluran televisi Israel mengatakan penambahan pasukan ini menunjukan adanya rencana serangan, tetapi pejabat militer mengatakan belum ada keputusan yang dibuat.

Perdana Menteri Hamas di Gaza, Ismail Haniyeh, mengecam atas apa yang dia sebut "serangan ganas" Israel terhadap wilayah itu.

"Kami di Gaza akan tetap teguh dan tak tergoyahkan,'' katanya dalam pernyataan di televisi. ''Kami semua percaya kepada pejuang pemberani yang sekarang ditempatkan di garis depan.''

"Kami di Gaza akan tetap teguh dan tak tergoyahkan"

Ismail Haniyeh

Warga Palestina yang tewas di Gaza dalam dua hari serangan udara Israel dan tembakan angkatan laut kebanyakan adalah warga sipil termasuk sedikitnya empat anak-anak,satu diantaranya adalah anak lelaki Jihad Misharawi, editor gambar BBC Arab.

Sementara tiga warga Israel yang tewas adalah dua perempuan dan seorang lelaki yang tewas akibat serangan roket di kawasan selatan kota Kiryat Malachi.

Presiden Mesir yang baru Mohammed Mursi menyebut serangan Israel sebagai ''agresi yang tak dapat diterima'' dan mengatakan akan mengganggu stabilitas di kawasan.

Perdana Menteri Mesir Hisham Qandil juga pergi ke Gaza pada Jumat (16/11) sebagai bentuk dukungan.

Selama ini Kairo termasuk pihak yang aktif memediasi Israel dan Hamas dalam pertempuran.

AS selaku sekutu kunci AS, telah mendesak Mesir, Turki dan negara besar Eropa yang memiliki hubungan dengan Hamas untuk mendorong kelompok tersebut menghentikan serangfan roket dari Gaza, dengan menyatakan tanggung jawab ada di pihak Hamas untuk menghentikan serangan.

Menteri luar negeri Liga Arab juga akan menggelar pertemuan darurat pada Jumat (16/11).

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.