BBC navigation

Ulama radikal di Inggris bebas dengan jaminan

Terbaru  13 November 2012 - 17:10 WIB
Abu Qatada

Pemerintah Inggris menyatakan banding atas keputusan Qatada tidak dideportasi.

Ulama radikal, Abu Qatada, akan dibebaskan dengan jaminan setelah berhasil dalam upaya hukum untuk mencegah deportasi dari Inggris ke negaranya Yordania.

Qatada akan dibebaskan dari penjara dengan keamanan tinggi, Long Lartin, di Worchestershire.

Di Yordania, Qatada dijerat pasal terorisme karena dituduh merencanakan serangan bom.

Komisi Khusus Banding Imigrasi Inggris, Senin (12/11), memutuskan bahwa sidang Qatada di Yordania tidak akan adil karena bukti yang kemungkinan didapat melalui penyiksaan.

Pemerintah Inggris merencanakan untuk mengajukan banding atas keputusan itu.

Menteri Dalam Negeri, Theresa May, menyebut keputusan tersebut "sangat tidak memuaskan".

Abu Qatada

  • Nama asli Omar Othman.
  • Keturunan Palestina-Yordania.
  • Masuk ke Inggris tahun 1993 (setelah tinggal di kawasan Pakistan-Afghanistan).
  • Tahun 1994 diterima sebagai pengungsi dan boleh tinggal di Inggris.
  • Ketika diinterogasi pada September 2001 setelah peristiwa serangan 11 September, ditemukan uang tunai sebesar £170.000 di rumahnya. Salah satu amplop yang berisi uang bertuliskan 'Untuk Mujahidin di Chechnya'

Menteri Yordania, Nayef al Fayez, mengatakan kepada BBC bahwa negaranya mendukung langkah banding pemerintah Inggris.

Sensor elektronik

Pembebasan Qatada dengan jaminan dibatasi dengan persyaratan hanya boleh keluar rumah antara pukul 08:00 dan 16:00, harus mengenakan alat sensor elektronik, serta pembatasan siapa saja yang boleh ia temui.

Ketua komite urusan dalam negeri parlemen, Keith Vaz, mengatakan Inggris harus menekan Yordania untuk memperketat hukum pidana negara itu.

Vaz juga mengatakan kasus Qatada menghabiskan dana publik Inggris sebesar £1 juta.

Sebelumnya, para hakim di Mahkamah Eropa di Strasbourg, Prancis, menetapkan Qatada tidak akan menghadapi perlakukan buruk bila dipulangkan ke Yordania dengan menyebutkan adanya perjanjian antara negara itu dan Inggris.

Namun para hakim tidak yakin apakah Qatada bisa mendapatkan sidang yang adil karena pengadilan Yordania dapat menggunakan bukti yang didapat melalui penyiksaan ulama radikal itu atau pihak lain.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.