Makam Yasser Arafat mulai dibongkar

Terbaru  13 November 2012 - 16:08 WIB
Makam Yasser Arafat di Ramallah

Yasser Arafat meninggal di rumah sakit militer Prancis tahun 2004.

Para petugas mulai membongkar makam Yasser Arafat sebagai persiapan pemeriksaan forensik terkait tuduhan bahwa mantan pemimpin Palestina itu diracun.

Yasser Arafat meninggal di rumah sakit militer Prancis tahun 2004 dan banyak warga Palestina yang percaya ia diracun oleh Israel.

Makam yang terletak di jalan masuk ke kantor presiden di Ramallah, Tepi Barat, itu ditutup sejak Senin (12/11) sebagai persiapan penggalian.

"Sejak Senin pagi, makam Arafat ditutup sebagai persiapan penyelidikan atas kematiannya," kata Tawfiq Tirawi, kepala komite penyelidikan Palestina atas kematian Arafat, kepada kantor berita AFP.

Sumber kantor berita AFP menyebutkan penggalian yang dimulai dengan membongkar beton dan keramik di seputar makam diperkirakan akan berlangsung sekitar 15 hari.

Radioaktif polonium

"Sejak Senin pagi, mausoleum Arafat ditutup sebagai persiapan penyelidikan atas kematiannya"

Taufik Tirawi

Kejaksaan Prancis memulai penyelidikan pembunuhan bulan Agustus lalu setelah televisi Al-Jazeera menyiarkan penelitian pakar Swiss yang menyebutkan mereka menemukan radioaktif polonium pada barang-barang pribadi Arafat.

Tim Prancis akan berada di Ramallah tanggal 26 November untuk memulai penggalian makam dalam pemeriksaan yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu sampai satu bulan.

Presiden Palestina, Mahmud Abbas, mengatakan hari Minggu lalu bahwa Rusia juga akan membantu penyelidikan namun tidak merinci bantuan seperti apa.

"Kami terus mengadakan kontak dengan penyidik Prancis, pakar di Swiss dan juga pemerintah Rusia untuk menggali makam Yasser Arafat," kata Abbas.

Polonium merupakan bahan dengan kandungan racun tinggi dan biasanya ditemukan di lingkungan militer dan sains.

Bahan ini digunakan untuk membunuh mantan mata-mata Rusia yang menjadi kritikus Kremlin, Alexander Litvinenko, yang meninggal di London tahun 2006 setelah menenggak teh yang diracun.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.