BBC navigation

Lebih 20 ribu orang kehilangan tempat tinggal di Rakhine

Terbaru  28 Oktober 2012 - 17:44 WIB
tentara_birma

Tentara Birma menjaga kawasan Rakhine yang terus dilanda konflik sejak Juni lalu.

Pemerintah Birma mengatakan lebih dari 22.000 orang yang kebanyakan warga Muslim Rohingya kehilangan tempat tinggal akibat kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine.

Pejabat PBB yang juga memantau kondisi di Rakhine mengatakan banyak dari mereka yang kehilangan tempat tinggal terpaksa berteduh di tenda sementara yang kumuh atau dalam kapal nelayan di sejumlah pulau sekitar kawasan terjadinya kekerasan dan di kawasan perbukitan setempat.

Dia mengatakan warga yang kehilangan tempat tinggal tersebut sangat membutuhkan bantuan.

Akibat pertikaian di Rakhine, sekitar 4.600 rumah hangus terbakar.

Sebelumnya pemerintah Birma mengatakan lebih dari 80 orang tewas dan hampir seluruh wilayah kampung di Rakhine hancur akibat pertikaian etnik Rakhine yang beragama Budha dan etnik Rohingya yang beragama Islam.

Akibat konflik yang terjadi sejak bulan Juni lalu total ada 100 ribu orang yang kehilangan tempat tinggal mereka.

Konflik yang terjadi diantara kedua kelompok etnis ini telah berlangsung sejak lama. Etnik Rakhine yang beragama Budha merupakan kelompok mayoritas di kawasan itu, sementara etnik Rohingya merupakan kelompok minoritas beragama Islam yang dicap tak memiliki kewarganegaraan.

Situasi serius

Pemerintah Birma sejak jauh hari telah menyatakan bahwa etnis Rohingya merupakan imigran ilegal dan dimusuhi secara luas oleh masyarakat di sana.

Kepala Badan Kemanusiaan PBB di Birma, Ashok Nigam mengatakan pemerintah Birma mengatakan ada 22.587 orang yang kehilangan tempat tinggal namun dia mengatakan jumlahnya bisa jauh lebih besar.

"Situasinya sangat serius ddan kami sedang bekerjasama dengan pemerintah untuk memberikan bantuan kepada warga yang ada di sana"

Ashok Nigam

"Situasinya sangat serius ddan kami sedang bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan bantuan kepada warga yang ada di sana," kata Ashok Nigam.

Sebelunmnya seorang wartawan lokal yang mengunjungi lokasi konflik mengatakan pada BBC siaran Birma bahwa lokasi ini dibakar habis, beberapa bangunan tinggal berwujud puing hangus.

Di satu distrik di mana sebelumnya diduga dihuni lebih dari 3.000 orang, yang tersisa tinggal tiang-tiang gosong bekas rumah dan arang dari pokok pohon.

Menurut pemerintah jumlah korban jiwa akibat kekerasan terakhir ini mencapai 82 orang, 129 lainnya luka-luka, dan hampir 3.000 rumah hangus tanpa sisa.

Serangan ini merupakan aksi kekerasan pertama yang pecah sejak Juni lalu dinyatakan status darurat di Rakhine.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.