BBC navigation

HRW: Pembakaran massal di Rakhine

Terbaru  27 Oktober 2012 - 13:19 WIB

Sekitar 14 hektar lahan di Rakhine di bakar massal dalam kekerasan etnis di bagian barat Burma.

Pegiat HAM, HRW, merilis gambar yang menunjukkan pengrusakan di distrik barat Burma akibat kekerasan etnis.

HRW mengatakan lebih dari 800 bangunan dan rumah perahu terbakar.

Gambar satelit juga menunjukkan sekitar 14 hektar kawasan terbakar di Kyaukpyu, kota pantai di Rakhine.

Pegiat HAM asal AS tersebut menyatakan kebanyakan warga di kawasan tersebut adalah Muslim Rohingya, yang menjadi target serangan non-Muslim yang menyebut mereka tidak termasuk dalam Burma.

Banyak warga Rohingya yang diyakini kabur dengan menggunakan kapal ke laut.

"Pemerintah Burma harus dengan cepat menjamin keamanan bagi Rohingya di Rakhine, yang menjadi target serangan brutal,'' kata Phil Robertson, wakil direktur HRW Asia.

''Kecuali pemerintah mulai menangani akar penyebab kekerasan, maka ini hanya akan bertambah buruk,'' katanya.

PBB sebelumnya memperingatkan bahwa program reformasi negara itu terancam akibat kekerasan komunal yang berlanjut antara kelompok lokal Budha dan Muslim Rohingya.

"Pemerintah Burma harus dengan cepat menjamin keamanan bagi Rohingya di Rakhine, yang menjadi target serangan brutal. "

Phil Robertson

Setidaknya 64 orang tewas pekan ini, dalam kekerasan serius terbaru yang pecah sejak Juni silam, saat kawasan darurat diberlakukan di Rakhine.

Saling menyalahkan

Rohingya selama ini dianggap sebagai imigran ilegal oleh pemerintah Burma.

Kali ini kaum non-Muslim juga dilaporkan menjadi target penembakan dari pasukan pemerintahan dan menimbulkan banyak korban.

Pemerintah menyatakan jam malam diberlakukan di kawasan tersebut, tetapi kekerasan terbaru yang pecah sejak Juni silam ini membuat kebijakan ini dianggap tidak memadai.

Jumat (26/10) bentrokan berlangsung di enam kota dan jam malam berlangsung di sejumlah lokasi termasuk Min Bya dan Mrauk Oo, tempat dimana kekerasan baru pecah.

Tidak jelas alasan dibelakang bentrokan terbaru.

Budha Rakhine dan Muslim, diyakini kebanyakan Rohingya, saling menyalahkan atas kekerasan yang berlangsung.

Di Bangladesh, petugas imigrasi mengatakan sejumlah kapal Rohingya tengah menunggu untuk mencoba melintas perbatasan sungai dari Burma.

Seorang petugas menyebut 52 Rohingya ditolak masuk dan dikirim kembali dalam beberapa hari.

Kekerasan yang masih berlanjut juga membuat Muslim di Burma melakukan boikot perayaan Idul Adha.

Ketegangan antar etnis telah berlangsung lama di Rakhine, kebanyakan berisi Muslim Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan.

Pemerintah Burma menganggap Rohingya sebagai imigran ilegal dan wartawan BBC melaporkan ada banyak kekerasan publik yang diarahkan kepada mereka.

Agustus lalu Burma membentuk sebuah komisi untuk menyelidiki kekerasan diantara umat Budha dan Muslim tersebut, setelah sebelumnya menolak penyelidikan yang diketuai oleh PBB.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.