Obama beri suara awal

Terbaru  26 Oktober 2012 - 09:04 WIB
obama

Obama telah memberikan suara lebih awal dari jadwal pencoblosan di Chicago.

Presiden Barack Obama telah memberikan suara di kampung halamannya di Chicago sebagai bagian dari kampanye untuk meningkatkan suara awal dalam pemilu yang diperkirakan berlangsung sengit.

Obama, yang tengah menggelar kampanye maraton dua hari di delapan negara, menjadi presiden pertama yang memberikan suara lebih awal dari jadwal.

Sementara pesaingnya dari Republik, Mitt Romney, tengah berada di Ohio, sebuah negara bagian pemilih mengambang yang bisa menjadi kunci untuk menuju ke Gedung Putih.

Dua pekan menjelang pemilu, sebuah jajak pendapat nasional menyebut Romney unggul 50%-47% dari Obama.

Jajak pendapat yang dilakukan ABC News melalui lembaga riset Langer menemukan bahwa ketika ditanya kandidat mana yang lebih dipercaya mengatasai masalah ekonomi, 52% mendukung Romney melawan 43% untuk Obama - untuk pertama kalinya seorang kandidat unggul dalam sebuah isu.

Presiden Obama memberikan suara secara awal Kamis (25/10) sebagai bagian dari upayanya untuk mendorong memilih awal, dengan banyak negara bagian membuka tempat pemungutan suara awal pekan ini.

Ibu Negara Michelle Obama juga sudah memberikan suara awal pada tanggal 15 Oktober lalu.

Diperkirakan sekitar 7,2 juta warga AS telah memberikan suara awal, dan itu sekitar 35% dari daftar pemilih yang akan telah memilih di hari pemilihan.

Dalam kampanyenya Obama juga mengumumkan bahwa dia mendukung undang-undang pernikahan sesama jenis di tiga negara bagian yang akan menggelar referendum terkait masalah itu di bulan November.

Di Maryland dan Washington, referendum dilakukan untuk membatalkan undang-undang pernikahan sesama jenis yang ditandatangani awal tahun ini. Sementara di Maine, referendum dilakukan untuk memutuskan apakah akan mengembalikan UU pernikahan sesama jenis yang dibatalkan tahun 2009.

Obama pertama kali menyuarakan dukungan untuk pernikahan sesama jenis pada bulan Mei lalu.

Negara bagian kunci

Pemilihan umum AS merupakan kontes antara negara bagian, oleh karena itu kandidat presiden harus memenangkan sejumlah negara bagian kunci seperti Ohio, Virginia dan Florida, yang dikenal sebagai daerah pemilih mengambang.

Sebelumnya kampanye Obama baru-baru ini telah memenangkan pengadilan untuk bisa membuka pemilihan awal di Ohio sepanjang akhir pekan sebelum pemilihan umum.

Dalam sejarahnya belum pernah ada kandidat Republik yang memenangkan pemilu tanpa menguasai Ohio. Dan Romney tengah berkampanye di sana, sementara pasangannya Paul Ryan berkampanye di Virginia.

Tetapi kampanye mereka terganggu oleh pernyataan seorang Republikan pada Selasa malam yang menyebut kehamilan akibat pemerkosaan adalah bagian dari rencana Tuhan.

Tim kampanye Romney langsung mengeluarkan pernyataan tidak menyetujui komentar yang dikeluarkan Senator Indiana Richard Mourdock yang dikenal sebagai tokoh anti aborsi tersebut.

"Presiden mengeluarkan kita dari satu perang, mulai keluar dari perang kedua dan tidak menciptakan perang baru"

Colin Powell

"Kami tidak setuju terkait pengecualian untuk pemerkosaan dan inses, tetapi tetap mendukungnya,'' demikian pernyataan seorang juru kampanye Romney.

Pernyataan Mourdock tersebut membuat Republik harus berjuang di kawasan yang menolak komentarnya.

Obama juga langsung menyerang pernyataan Mourdock dalam sebuah acara bincang malam, Rabu (24/10).

"Saya tidak mengerti bagaimana orang ini bisa mengeluarkan ide itu... pemerkosaan adalah pemerkosaan. Itu adalah kejahatan,'' kata Obama seraya menambahkan bahwa politisi tidak mempunyai urusan untuk memutuskan nasib perempuan atas pilihan badan dan kesehatan mereka.

Kamis (25/10), presiden berkampanye di Florida, Virginia dan Ohio. Senin mendatang dia akan tampil pertama kali dalam sebuah putaran kampanye pemilu bersama mantan Presiden Bill Clinton.

Dalam sebuah wawancara Obama mengindikasikan bahwa prioritas dalam masa jabatannya yang kedua adalah kesepakatan anggaran untuk mengurangi utang AS, termasuk masalah imigrasi.

Obama juga mendapatkan dukungan dari Colin Powell, mantan Menteri Luar Negeri AS di era Presiden Republikan George W Bush, yang memberikan dukungan kepada Obama Kamis kemarin.

Powell, yang juga mendukung Obama di tahun 2008, menyebutkan perkembangan di bidang ekonomi dan pimpinan Obama dalam militer AS sebagai alasan baginya untuk kembali memberi dukungan.

"Saya juga melihat presiden mengeluarkan kita dari satu perang, mulai keluar dari perang kedua dan tidak menciptakan perang baru,'' kata Powell, seraya menambahkan bahwa kebijakan ekonomi AS ''keluar dari tenggelam dan mulai mencapai ketinggian''.

Dia juga mengungkapkan keraguan atas pendekatan kebijakan luar negeri Romney, dengan menyebut kebijakan Romney sebagai ''target bergerak''.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.