Pabrik amunisi milik militer Sudan terbakar

Terbaru  24 Oktober 2012 - 07:52 WIB
peta sudan

Pemerintah Sudan masih menyelidiki penyebab kebakaran pabrik amunisi yang dikelola militer negara itu.

Pabrik amunisi milik militer Sudan yang terletak di Khartoum dilaporkan terbakar dan sempat mengeluarkan ledakan pada hari Selasa (23/10) waktu setempat.

Sejumlah saksi mata mengatakan ledakan dari pabrik itu terdengar sangat keras .

"Ada suara ledakan yang sangat keras dan anda bisa melihat api yang sangat besar saat ini," kata seorang saksi mata kepada kantor berita Reuters.

Sesaat setelah peristiwa itu terjadi tentara Sudan segera melakukan blokade jalan yang menuju Yarmouk-nama pabrik amunisi tersebut.

Sejumlah orang di Yarmouk yang mengalami sesak nafas akibat menghirup terlalu banyak asap juga terlihat dibawa ke rumah sakit.

Tempat penyimpanan

Sejauh ini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Sudan tentang penyebab kebakaran tersebut.

"Otoritas setempat telah mengendalikan kebakaran yang terjadi di pabrik amunisi el-Yarmuk yang merupakan fasilitas milik militer negara ini," tulis media milik pemerintah Sudan seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Sementara Gubernur Khartoum, Abdul Rahman al-Khider Rahman mengatakan kepada stasiun televisi lokal mengatakan ledakan terjadi pada tengah malam.

"Ada sejumlah gedung yang hancur dan pemerintah saat ini tengah menyelidiki penyebabnya. Berdasarkan hasil penyeldikan sementara ledakan yang menimbulkan kebakaran di pabrik itu terjadi di ruang penyimpanan," kata Rahman.

Dia juga mengatakan sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.