BBC navigation

Tambahan bantuan dari Qatar untuk Jalur Gaza

Terbaru  23 Oktober 2012 - 22:50 WIB
Penguasa Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani, di Jalur Gaza.

Warga Gaza menyambut Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani dengan penuh semangat.

Penguasa Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani, menjanjikan tambahan bantuan senilai US$150 juta untuk proyek pembangunan di Jalur Gaza.

Hal tersebut diumumkan kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza dan dengan tambahan itu maka total bantuan Qatar mencapai sekitar US$400 juta.

Sheikh al-Thani merupakan kepala negara pertama yang berkunjung ke Gaza sejak Hamas berkuasa di sana setelah meraih kemenangan dalam pemilihan umum.

Kedatangannya disambut meriah oleh warga Gaza dengan bendera Qatar berkibar di jalan-jalan sementara lagu 'Terima kasih Qatar' diputar di stasiun radio dan TV.

Ribuan orang berdiri di tepi jalan di Gaza City sambil mengibarkan bendera Qatar untuk menyambut iring-iringan mobil yang membawa Sheikh al-Thani melintasi perbatasan Mesir.

"Kunjungan Anda hari ini secara resmi mengumumkan putusnya blokade ekonomi dan politik yang ditetapkan di Jalur Gaza oleh pasukan ketidakadilan."

Ismail Haniyeh

Sejumlah perempuan melemparkan bunga dan beras dari teras rumah ke arah mobil yang membawanya untuk memperlihatkan rasa hormat.

"Pria itu tegas. Saya suka dia. Akhirnya dia datang dan berkunjung ke kami, dan dia tidak bermain janji seperti yang lainnya," tutur seorang guru, Majed Tawel, kepada kantor berita AP.

Emir Qatar itu juga bersalaman dengan sejumlah warga Gaza yang bersemangat menyambutnya.

Beralih dari Suriah

Kedatangan Sheikh al-Thani disambut oleh Perdana Menteri Ismail Haniyeh, yang mengatakan kunjungan Sheikh al-Thani mengirimkan pesan yang kuat.

"Gaza tidak sendirian dan Palestina mendapat tempat di hati Arab," tuturnya.

"Kunjungan Anda hari ini secara resmi mengumumkan putusnya blokade ekonomi dan politik yang ditetapkan di Jalur Gaza oleh pasukan ketidakadilan," tambahnya.

Qatar merupakan pendukung utama Hamas setelah hubungan kelompok militan itu dengan pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad memburuk.

Gaza City

Israel menerapkan blokade ekonomi atas Gaza setelah Hamas berkuasa di kawasan itu.

Bulan Februari, Hamas mengumumkan kepemimpinan politik mereka pindah dari Suriah ke Mesir dan Qatar karena tidak bisa beroperasi lagi secara efektif di Suriah akibat krisis politik.

Biro politik Hamas sejak tahun 1999 bermarkas di Damaskus namun hubungan Hamas dengan Suriah memburuk sejalan dengan maraknya unjuk rasa antipemerintah di Suriah sejak Maret 2011.

Dipertanyakan Israel

Sementara Israel -yang menerapkan blokade ekonomi atas Gaza-mempertanyakan kunjungan Sheikh al-Thani.

"Agak aneh jika Emir Qatar berpihak kepada Hamas, bahwa dia lebih memilih Hamas daripada Fatah bahwa dia bahkan memutuskan untuk berpihak dalam konflik internal Palestina," tutur juru bicara Kementrian Luar Negeri Israel, Yigal Palmor.

Belakangan ini Qatar ikut terlibat dalam upaya rekonsiliasi antara Hamas dengan saingan lawannya, Fatah, yang mendominasi Otorita Palestina dan menguasai kawasan Tepi Barat.

Hamas yang meraih kemenangan dalam pemilihan tahun 2006 sempat terlibat kontak senjata dengan pasukan pendukung Presiden Palestina, Mahmoud Abbas pada tahun 2007, dan membentuk pemerintah tandingan di Gaza.

Begitu Hamas menguasai Gaza sepenuhnya, pemeintah Israel memberlakukan blokade ekonomi terhadap Gaza.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.