BBC navigation

Demo terbesar di Mesir, puluhan orang luka-luka

Terbaru  13 Oktober 2012 - 16:41 WIB
Protes di Kairo

Bentrokan diwarnai dengan lemparan botol antara pendukung dan penentang Mursi.

Bentrokan terbesar di Mesir sejak Presiden Mohammed Mursi menjabat Juni lalu melukai lebih dari 100 orang.

Korban luka terjadi akibat bentrokan antara pendukung dan penentang Presiden Mursi Jumat (12/10) malam.

Para pengunjuk rasa saling melempar batu, botol dan bom molotov.

Dua bus yang mengangkut para pendukung Mursi untuk ikut serta dalam demonstrasi diserang.

Bentrokan terjadi setelah dibebaskannya 24 mantan pejabat pada era presiden Husni Mubarak atas dakwaan memerintahkan penyerangan terhadap demonstran yang mencoba menggulingkan mantan presiden itu.

Ketegangan meningkat setelah para hakim Mesir mengkritik upaya Mursi memecat jaksa agung. Namun jaksa agung menolak turun.

Para saksi mata mengatakan bentrokan dimulai saat demonstran yang menentang Presiden Mursi di Lapangan Tahrir diserang para pendukung presiden.

Seperti 'preman'

"Kami harus memberikan peluang bagi Mursi"

Moez Naggar

Kementrian Kesehatan Mesir meneybutkan jumlah korban luka 110, menurut tayangan TV setempat.

"Kesimpulan saya adalah Mursi hanyalah presiden Ikhwanul Muslimin, itu saja," kata salah seorang pengunjuk rasa, Sayed al-Hawari.

Demonstran lain, Rania Mohsen mengatakan, "Kami tidak ingin mengganti rezim lama dengan rezim seperti yang dulu."

Namun para pendukung Mursi menuduh pihak penentang bersikap seperti "preman."

"Kami harus memberikan peluang bagi Mursi," kata pendukung Mursi, Moez Naggar.

Wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne mengatakan dalam 100 hari kepemimpinannya, inilah untuk pertama kalinya Presiden Mursi mengalami demonstrasi besar.

Namun tidak jelas, apakah demonstrasi itu menunjukkan ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah dan kelompok Ikhwanul Muslimin, kata Leyne.

Warga Mesir kecewa karena sejauh ini presiden baru tidak berbuat banyak untuk mengubah negara atau meningkatkan perekonomian, tambah Leyne.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.