BBC navigation

Debat cawapres AS berlangsung panas

Terbaru  12 Oktober 2012 - 09:49 WIB
vp debate

Debat calon wakil presiden AS Joe Biden dan Paul Ryan berlangsung panas, sementara itu jajak pendapat menunjukkan pertarungan menuju Gedung Putih semakin ketat.

Debat dibuka dengan argumen tentang keamanan nasional, kebijakan ekonomi, pajak dan asuransi kesehatan.

Demokrat berharap mengubah situasi setelah Presiden Barack Obama dinilai tidak tampil cemerlang dalam debat pekan lalu.

Rabu lalu, Obama mengatakan ia 'terlalu sopan' pada lawannya, Mitt Romney.

Kubu Obama menuduh Romney, seorang konglomerat dan mantan gubernur Masaschusetts, mengalihkan posisi kebijakannya untuk memikat pemilih dan berdusta dalam debat yang berlangsung di Denver, Colorado.

Di awal debat, Biden membela kebijakan pemerintahan Obama dalam menangani serangan di konsulat Benghazi, yang awalnya sempat disebut sebagai reaksi atas video anti Islam yang dibuat di AS.

Biden mengecam Romney, dengan mengatakan keputusan kandidat presiden Republik itu untuk mengadakan konferensi pers saat serangan terjadi "bukan tindakan kepemimpinan seorang presiden."

Ia juga menyebut kritik Ryan atas tindakan pemerintah sebagai "omong kosong."

Ryan, sementara itu, mengatakan pemerintah telah mengabaikan permintaan untuk penjagaan keamanan yang lebih ketat.

"Al-Qaeda dan afiliasinya semakin kuat di Afrika Utara," kata dia.

Keduanya juga berdebat tentang Iran dan hubungan AS dengan Israel.

Mengenai ekonomi, Biden menyerang komentar Romney bahwa 47% warga Amerika yang tidak membayar pajak pendapatan negara harus bertanggungjawab atas diri mereka sendiri.

Dan ia mengingatkan penonton bahwa Romney telah menentang tindakan pemerintah untuk menyelamatkan pabrik-pabrik otomotif AS.

"Saya belum pernah bertemu dua lelaki lain yang lebih tidak bersahabat pada Amerika," kata Biden, merujuk pada Romney dan Ryan.

Ryan, kemudian berusaha membahas mengenai sifat dermawan Romney dan mengkritik komentar-komentar Biden yang dianggap 'blunder.'

Moderator debat ini adalah Martha Raddatz, koresponden senior politik luar negeri ABC News.

Debat diadakan di Centre College, universitas seni liberal kecil di Louisville.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.