Tanzania selidiki obat HIV palsu

Terbaru  12 Oktober 2012 - 15:11 WIB
hiv pills

Sebagian besar obat palsu telah ditarik dari rumah sakit

Penyelidikan atas peredaran obat-obatan HIV palsu di Tanzania dapat berujung di pengadilan, kata menteri kesehatan Tanzania pada BBC.

Dr Hussein Mwinvi telah memecat tiga pejabat tinggi dan menghentikan produksi lokal obat anti-retroviral (ARV) saat penyelidikan berlangsung.

Ia mengatakan pada BBC Swahili bahwa ia tidak "akan mengizinkan siapa pun mempermainkan nyawa rakyat Tanzania."

Ia mengatakan polisi dan aparat penegak hukum lainnya dilibatkan dalam penyelidikan.

Para analis mengatakan ada kekhawatiran mengenai kualitas obat buatan lokal karena korupsi besar-besaran di lingkaran politik negara Afrika Timur itu.

Awal tahun ini, badan pengawas keuangan publik mengungkapkan penyalahgunaan dana publik dalam jumlah besar, termasuk di kementerian kesehatan.

Skandal itu berujung pada pemecatan tujuh menteri.

'Tidak ada yang harus ditakuti'

Dr Mwinvi mengatakan kementerian kesehatan mendapat informasi Agustus lalu bahwa ada masalah dengan obat ARV di Rumah Sakit Daerah Tarime.

Obat-obatan yang diproduksi oleh perusahaan farmasi pemerintah TPI itu langsung ditarik.

Tes laboratorium menunjukkan obat itu di bawah standar.

Para pejabat yang dipecat bekerja di Departemen Toko Obat (MSD) dan produksi obat TPI langsung dihentikan saat penyelidikan berlangsung.

Sang menteri mengatakan dari 12.000 botol ARV palsu yang ditemukan, sekitar 9.500 botol telah ditarik.

Dalam wawancara dengan BBC, Mwinvi mengatakan para ahli kesehatan telah diperintahkan untuk menghubungi semua pasien yang mengonsumsi ARV untuk memeriksa obat mereka dan melakukan tes lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada dampak negatif.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.