BBC navigation

Presiden Lee Myung-bak tegur militer soal insiden perbatasan

Terbaru  11 Oktober 2012 - 20:21 WIB
Lee Myung-bak

Lee Myung-bak menegur Menteri Pertahanan karena kelalaian di perbatasan Korea Selatan-Utara.

Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak, menyatakan militer telah lalai dalam mendeteksi tentara Korea Utara yang berjalan melintasi kawasan penyangga yang memisahkan kedua negara.

Pihak militer mengatakan seorang pemuda wajib militer berusia 22 tahun pada tanggal 2 Oktober berhasil memutuskan kawat berduri maupun pagar listrik dan bersembunyi dari pengamatan pos pengawas sebelum mengetuk pintu barak tentara Korea Selatan.

Sebelumnya militer sempat menyatakan pemuda itu terdeteksi melalui kamera pengawas dan dibawa ke barak untuk diamankan.

Namun pihak penyidik belakangan menemukan bahwa dia berhasil mendekati barak setelah ketukan di unit lain -yang jaraknya terpisah sekitar 30 meter- tidak dijawab.

Kepala Staf Gabungan, Jung Seung-Jo, sudah menyatakan permintaan maaf di depan parlemen atas informasi yang tidak benar tersebut.

"Saya minta maaf karena menyebabkan kebingungan atas laporan yang salah tentang hal yang terjadi," katanya.

Tiga tentara membelot

"Saya minta maaf karena menyebabkan kebingungan atas laporan yang salah tentang hal yang terjadi."

Jung Seung-Jo

Juru bicara kepresidenan mengatakan Presiden Lee sudah menegur Menteri Pertahanan, Kim Kwan-Jin, sehubungan dengan kelalaian di perbatasan dan mengatakan militer telah mengkhianati kepercayaan umum.

Presiden juga menginstruksikan agar dilakukan penyelidikan yang menyeluruh dan pihak-pihak yang bertanggung jawab harus mendapat sanksi dan meningkatkan pengamatan perbatasan.

Media-media Korea Selatan melaporkan insiden tersebut sebagai kegagalan terbesar dalam pengamanan perbatasan.

Kawasan penyangga antara Korea Selatan dan Utara dikawal militer dengan ketat di masing-masing wilayah berhubung kedua negara secara teori masih berperang karena belum menandatangani kesepakatan damai.

Dalam beberapa bulan belakangan, sudah tiga tentara Korea Utara yang membelot dengan melewati kawasan penyangga - yang dianggap amat berbahaya bagi warga Korea Utara -yang umumnya melarikan diri melalui perbatasan dengan Cina.

Salah seorang tentara yang membelot mengaku lebih dulu menembak dua atasannya sebelum melintasi perbatasan ke selatan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.