BBC navigation

Lagarde peringatkan pertumbuhan mulai terpukul

Terbaru  11 Oktober 2012 - 17:59 WIB
Christine Lagarde

Christine Lagarde menegaskan bahwa pemulihan ekonomi tidak akan berlangsung cepat.

Kepala Dana Moneter Internasional, IMF, memperingatkan krisis ekonomi global sudah mulai memukul pertumbuhan di negara-negara perekonomian baru.

Menurut Christine Lagarde, ketidakpastian dalam perekonomian global telah menghambat pengambil keputusan untuk menngambil langkah-langkah mendorong pertumbuhan.

"Baik di Eropa, Amerika Serikat, atau tempat-tempat lainnya, Anda melihat ada tingkat ketidakpastian yang menghambat pengambil keputusan untuk melakukan investasi maupun menciptakan lapangan kerja," tuturnya dalam pernyataan pers di Tokyo.

Lagarde -yang berada di Tokyo untuk menghadiri pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia- menambahkan para pengambil keputusan di kawasan pengguna mata uang Euro sebenarnya mengambil sejumlah langkah untuk menenangkan kekhawatiran atas memburuknya krisis.

Bagaimanapun, dia mengingatkan bahwa pemulihan tidak akan dicapai dalam waktu dekat.

"Dalam soal kecepatan, berita buruknya adalah untuk bisa beroperasi secara aktual, perlu proses legislasi dan sering sekali melalui parlemen agar dana bisa bekerja secara efektif."

Dampak ekspor

"Semua pemain dan mitra ekonomi di kawasan ini amat penting bagi perekonomian global."

Christine Lagarde

Sebelumnya IMF memperingatkan pemulihan perekonomian global semakin lemah dan sudah mengurangi prakiraan angka pertumbuhan dunia di tengah krisis yang masih berlanjut.

Sementara Bank Dunia juga menurunkan prakiraan pertumbuhan untuk negara-negara Asia, termasuk Cina dan India, dengan alasan risiko global.

Salah satu masalah yang dihadapi para pengambil keputusan di seluruh dunia adalah krisis utang yang berkelanjutan di kawasan pengguna mata uang Euro dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Krisis tersebut menurunkan keyakinan para pelaku ekonomi dan memukul pertumbuhan di kawasan Eropa.

Selain itu juga berdampak pada melemahnya permintaan ekspor dari Asia sehingga menggangu pertumbuhan di negara-negara yang tergantung pada ekspor, seperti Cina, Jepang, dan Korea Selatan.

Ketegangan Cina-Jepang

Unjuk rasa anti Jepang

Sejumlah aksi unjuk rasa anti Jepang marak di berbagai tempat.

Pertemuan IMF dan Bank tahun ini berlangsung di tengah ketegangan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di Asia, Cina dan Jepang, sehubungan dengan sengketa kepemilkan kepulauan di Laut Cina Timur.

Sengketa atas Kepulauan Senkaku -yang di Cina disebut Diaoyu- sempat memicu gelombang unjuk rasa anti-Jepang di Cina.

Gubernur Bank Cina, Rabu (10/10), sudah menyatakan tidak akan hadir dalam pertemuan IMF dan Bank Dunia di Tokyo. Menteri Keuangan Cina juga kemungkinan besar tidak hadir dan mengirim Wakil Menteri Keuangan di pertemuan ini.

Lagarde sudah meminta agar kedua negara tesebut menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dengan baik.

"Semua pemain dan mitra ekonomi di kawasan ini amat penting bagi perekonomian global," tuturnya.

Dia menambahkan bahwa penyelesaian jangka panjang secara harmonis tidak hanya akan menguntungkan kerja sama kedua negera tapi juga perekonomian global.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.