Peringatan militer Turki terhadap Suriah

Terbaru  10 Oktober 2012 - 18:18 WIB
Jenderal Necdet Ozel

Jenderal Necdet Ozel mengunjungi beberapa kawasan perbatasan Turki-Suriah.

Panglima militer Turki, Jenderal Necdet Ozel, memperingatkan tindakan yang lebih besar akan ditempuh jika penembakan lintas batas dari Suriah terus berlanjut.

"Kami sudah melakukan pembalasan dan jika berlangsung terus maka kami akan menanggapi lebih besar," tuturnya kepada para wartawan saat meninjau pasukan di kota perbatasan Akcakale.

Sebelumnya, Selasa 9 Oktober, NATO mengatakan siap mendukung Turki jika pertarungan di Suriah menyebar ke luar perbatasan.

Sejak insiden tembakan meriam dari Suriah ke kota tersebut pekan lalu, militer Turki mengerahkan lebih banyak pasukan di kawasan perbatasan.

Tembakan dari wilayah Suriah ke Turki sudah berlangsung beberapa kali namun memuncak ketika serangan meriam ke Akcakale, Rabu 3 Oktober, menewaskan lima warga Turki.

Setelah serangan Akcakale, parlemen Turki sudah mengesahkan operasi militer di kawasan perbatasan.

Bagaimanapun Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Turki tidak punya keinginan untuk berperang melawan Suriah namun akan mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

Konflik berlanjut

"Kami sudah melakukan pembalasan dan jika berlangsung terus maka kami akan menanggapi lebih besar."

Jenderal Necdet Ozel

Sementara itu perang terus berkecamuk di kawasan Suriah. Rabu 10 Oktober, pertempuran terjadi di sepanjang jalan utama dari Damaskus menuju ke kota Aleppo.

Kelompok pegiat hak asasi Suriah yang bermarkas di London menyebutkan kelompok pemberontak sudah menguasai Maaret al-Numan, salah satu kota yang terletak di jalan penghubung itu.

Mereka menambahkan kendali atas kota itu amat penting karena bisa menghalangi pengerahan pasukan pemerintah ke Aleppo.

Sejauh ini belum ada konfrimasi atas laporan kelompok tersebut karena pembatasan yang dilakukan pemerintah Suriah kepada wartawan asing.

Konflik Suriah yang sudah berlangsung lebih dari setahun diperkirakan telah menyebabkan korban mencapai 32.000 jiwa dan sebagian besar korban adalah warga sipil.

Pemerintahan pimpinan Presiden Bashar al-Assad selalu menegaskan sedang menghadapi kelompok penjahat bersenjata dan menggunakan kekuatan militer untuk menanggapi kelompok perlawanan, yang awalnya merupakan pengunjuk rasa sipil yang menentang pemerintahannya.

Hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda yang berarti bahwa konflik militer yang melanda Suriah akan segera berhenti.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.