Mantan presiden Maladewa ditangkap

Terbaru  8 Oktober 2012 - 15:52 WIB
Polisi Maladewa

Polisi Maladewa menangkap Mohamed Nasheed dari kerumunan pendukungnya.

Mantan presiden Maladewa, Mohamed Nasheed, ditangkap karena mengabaikan panggilan pengadilan dan larangan melakukan perjalanan.

Nasheed yang mengundurkan diri pada Bulan Februari -yang menurutnya merupakan kudeta- dituduh menangkap hakim tanpa berdasarkan undang-undang dalam kasus dugaan korupsi pada bulan Januari.

Seorang juru bicara polisi, Hassan Haneef, mengatakan Nasheed memperlihatkan kerja sama saat penangkap dan dibawa ke ibukota Male untuk hadir di pengadilan pada hari Selasa 9 Oktober.

"Nasheed saat ini sudah berada dalam penahanan berdasarkan perintah pengadilan yang dikeluarkan kemarin," tutur Haneef kepada kantor berita Reuters, Senin (08/10).

Pengadilan mengeluarkan surat penangkapan atasnya karena untuk kedua kalinya ia menolak datang ke pengadilan.

Mantan pegiat hak asasi manusia itu -yang meraih kemenangan dalam pemilihan demokratis pertama di negara kepulauan itu pada 2008-membantah dakwaan atasnya.

"Saya juga khawatir dengan keselamatannya karena melihat brutalitas yang diperlihatkan polisi bersenjata yang mengenakan tameng. Kami tidak tahu ke mana dia di bawa."

Hamid Abdul Ghafoor

Dia berulang kali menegaskan pengadilan bermotif politik dan jika dinyatakan bersalah maka dia tidak boleh lagi mengajukan diri sebagai calon presiden.

Ditangkap saat kampanye

Sementara itu juru bicara partai pimpinan Nasheed, Hamid Abdul Ghafoor, mengirim pesan twitter yang isinya bahwa pemimpin Partai Demokratik Maladewa itu ditangkap dari tengah-tengah para pendukungnya dan dibawa pergi dari Fares Mathoda, kawasan pulau karang di selatan Maladewa.

"Saya juga khawatir dengan keselamatannya karena melihat brutalitas yang diperlihatkan polisi bersenjata yang mengenakan tameng. Kami tidak tahu ke mana dia di bawa," tuturnya Ghafoor kepada BBC.

Menurutnya sekitar 80 polisi tiba dengan menggunakan tiga perahu motor dan mengenakan penutup wajah untuk menangkap Nasheed dengan penuh kekerasan.

Walau para pendukungnya memprotes penangkapan itu, Nasheed dibawa dengan perahu motor cepat.

Nasheed -yang berusia 45 tahun- sedang melakukan kampanye untuk pemilihan presiden di kawasan pulau karang saat ditangkap.

Walau Nasheed menegaskan dia dipaksa untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden di bawah ancaman kekerasan dari tentara maupun polisi yang memberontak, komisi penyelidikan internal memutuskan bahwa dia mengundurkan diri secara suka rela.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.