Reformasi subsidi Iran ditinjau ulang

Terbaru  7 Oktober 2012 - 19:02 WIB
Penukaran mata uang Iran

Nilai mata uang Iran terus merosot terhadap dolar Amerika Serikat.

Parlemen Iran setuju untuk mempertimbangkan penghentian reformasi lebih lanjut di bidang pangan dan subsidi bahan bakar menyusul kerusuhan terkait penurunan mata uang rial terhadap dolar.

Keputusan diambil melalui pemungutan suara di parlemen Iran pada Minggu (07/10). Dari total 240 anggota parlemen yang hadir, 179 anggota setuju untuk mempertimbangkan penghentian reformasi subsidi fase kedua, lapor Kantor Berita Buruh Iran (ILNA).

Media Iran tidak menyebutkan kapan keputusan akhir akan diambil.

Reformasi bidang pangan dan subsidi ditempuh untuk mengurangi beban keuangan pemerintah dengan jalan memangkas subsidi miliaran dolar dari total subsidi pangan dan bahan bakar.

Sebagai gantinya pemerintah memberikan bantuan tunai kepada warga setiap bulan.

"Dalam situasi di mana inflasi terus meningkat dan pasar mata valuta kacau balau, fase kedua undang-undang ini harus dihentikan," kata Gholamreza Mesbahi-Moghaddam, Ketua Komite Anggaran Parlemen Iran seperti dikutip kantor berita Reuters.

Tunjangan

Pemerintah Iran menempuh reformasi subsidi tahap pertama pada akhir 2010. Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyebutnya sebagai "rencana ekonomi terbesar selama 50 tahun terakhir".

Namun kalangan kritikus mengatakan perombakan ekonomi justru membantu meningkatkan inflasi dan digunakan oleh presiden untuk kepentingan politiknya sebab presiden bisa mengendalikan pemberian tunjangan berdasarkan skema tersebut.

Kerusuhan yang dipicu oleh penurunan mata uang rial semakin meningkat belakangan. Banyak warga Iran menuding kebijakan presiden membuat nilai rial anjlok terhadap dolar Amerika Serikat.

Pihak berwenang Iran mengatakan spekulan dan sanksi internasional menyebabkan krisis ekonomi di negara itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.