Mesir jatuhkan denda kepada taipan era Mubarak

Terbaru  4 Oktober 2012 - 22:28 WIB
Ahmed Ezz

Ahmed Ezz (tengah) bersama dengan dua mantan pejabat menghadapi dakwaan.

Salah satu taipan paling berpengaruh di Mesir dari era mantan Presiden Husni Mubarak diperintahkan untuk membayar denda sekitar US$3 miliar dalam kasus pencucian uang.

Ahmed Ezz dijatuhi denda oleh pengadilan Mesir pada Kamis (04/10). Pengadilan juga menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun.

Saat ini Ahmed Ezz, salah seorang pemimpin partai Mubarak yang kini dibubarkan, menjalani hukuman penjara selama 10 tahun dalam kasus korupsi yang diputuskan tahun lalu.

Ahmaed Ezz diketahui mempunyai hubungan dekat dengan mantan Presiden Mubarak dan putranya.

Ezz mengeruk keuntungan miliaran dolar dari industri baja, tetapi menghadapi tuduhan menggunakan koneksi politik khususnya putra Mubarak, Gamal, untuk menguasai pasar baja di Mesir.

Vonis pengadilan langsung mempengaruhi harga saham perusahaan Ezz Steel. Saham turun 3,8 persen setelah Ahmed Ezz dijatuhi denda dan hukuman.

"Denda ini begitu besar sehingga investor eceran langsung menjual saham secepatnya," kata seorang pialang di Mesir seperti dikutip kantor berita Reuters.

Penjara Torah

Penjara Torah

Husni Mubarak dan kroninya ditahan di penjara Torah, pinggiran Kairo.

Ezz ditangkap beberapa hari setelah rezim Mubarak ditumbangkan pada Februaroi 2011.

Di antara sejumlah tuntutan dalam pergolakan itu adalah pemberantasan korupsi dan penyuapan yang menguntungkan kalangan pejabat serta pengusaha yang dekat dengan rezim.

Pergolakan akhirnya berhasil menggulingkan Mubarak pada Februari 2011.

Husni Mubarak sekarang menjalani hukuman penjara seumur hidup karena gagal mencegah pembunuhan terhadap pengunjuk rasa dalam pergolakan selama 18 hari.

Gamal -yang disebut-sebut disiapkan untuk menggantikan ayahnya sebelum ayahnya digulingkan- berada di tahanan menunggu hasil sidang dengan dakwaan korupsi.

Sejumlah mantan pejabat dan pengusaha di era Mubarak kini ditahan di penjara Torah di pinggiran Kairo.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.