BBC navigation

Ratusan PLTN Eropa bermasalah

Terbaru  3 Oktober 2012 - 09:36 WIB

Semua 58 reaktor yang dimiliki Prancis dinilai bermasalah.

Ratusan masalah ditemukan di pembangkit nuklir Eropa yang membutuhkan perbaikan senilai 25 miliar euro.

Dalam sebuah daftar laporan yang bocor ke media disebutkan bahwa pemeriksaan dilakukan pasca bencana nuklir Fukushima, Jepang, dengan tujuan menilai bagaimana pembangkit nuklir Eropa bisa mengatasi keadaan darurat.

Laporan akhir Komisi Pemeriksaan Uni Eropa yang akan diterbitkan pada Kamis (04/10), menyatakan hampir sekitar 143 pembangkit nuklir Uni Eropa butuh perbaikan.

Sementara kelompok anti-nuklir menyatakan peringatan dari laporan tersebut tidak akan berjalan jauh.

Badan keamanan nuklir Eropa mendesak Komisi Pemeriksaan tidak menggunakan bahasa yang bisa merusak kepercayaan publik.

Kegagalan Prancis

Beberapa kata dalam laporan mungkin akan diubah sebelum versi akhir akan dipublikasikan Kamis nanti.

Dalam laporan disebutkan bahwa di Uni Eropa ada 47 PLTN dengan 111 reaktor yang berlokasi di sekitar pemukiman 100.000 penduduk dalam radius 30km.

"Atas dasar hasil uji tekanan, praktis semua PLTN butuh perbaikan keamanan"

"Atas dasar hasil uji tekanan, praktis semua PLTN butuh perbaikan keamanan,'' kata bocoran laporan tersebut.

"Menyusul kecelakaan di Pulau Three Mile dan Chernobyl, kebijakan mendesak untuk melindungi PLTN disepakati. Tetapi uji tekanan menunjukkan bahkan pada hari ini, pelaksanaannya masih ditunda di sejumlah negara anggota.''

Empat reaktor di dua negara yang dirahasiakan membutuhkan waktu kurang dari sejam untuk mengembalikan fungsi keamanan jika kehilangan tenaga listrik, demikian tambah laporan itu.

Di Prancis, produsen tenaga nuklir terbesar Eropa yang bergantung pada 58 reaktor nuklir untuk 80% kebutuhan listik, ditemukan adanya kegagalan yang ditemukan di semua 58 reaktor nuklir.

Awal bulan ini, sebuah ledakan melukai dua orang di PLTN Fessenheim di timur Prancis - salah satu reaktor tertua negara ini yang sering menjadi target protes anti nuklir-.

Fessenheim, dekat perbatasan Prancis dengan Jerman dan Swiss, dibuka tahun 1977 dan mengambil air untuk pendinginan dari sungai Rhine, tetapi lokasinya dikritik pegiat rentan aktifitas gempa dan banjir.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di pembangkit nuklir di Inggris. Kebanyakan PLTN di Inggris disebutkan kurang memiliki ruang pengawas alternatif darurat yang digunakan jika ruang utama terkontaminasi radiasi tinggi.

Namun Departemen Energy mengatakan tidak ada bukti bahwa fasilitas nuklir mereka tidak aman.

"Bagaimanapun, pemerintah berkomitmen untuk melakukan perbaikan terus menerus,'' kata juru bicara kepada BBC.

"Kami bekerja erat dengan Kantor Pengaturan Nuklir untuk menjamin bahwa operator menjalankan semua situs pembangkit dengan peraturan Inggris yang ketat, yang mengharuskan operator untuk mengambil semua langkah praktis untuk mengurangi risiko dan mencari perbaikan terus menerus untuk keselamatan."

Desakan penutupan

Pegiat mendesak agar PLTN bermasalah ditutup, seperti yang terletak di perbatasan Prancis-Jerman.

Di saat uji tekanan menemukan adanya kekurangan di banyak reaktor nuklir Eropa, para pegiat mengatakan bahwa laporan ini gagal untuk menyampaikan resiko dalam isu penting, seperti teknologi yang termakan usia, serangan teroris atau kesalahan manusia.

"Jika uji tekanan dilakukan serius, Komisi semestinya merekomendasikan penutupan reaktor yang tidak aman dan tua,'' kata Rebecca Harms, wakil presiden Aliansi Eropa Hijau di Parlemen Eropa.

"Setidaknya, Komisi semestinya menekan pada kekurangan keselamatan yang teridentifikasi di dalam laporan untuk diperbaiki.''

Pada Juni, semua 143 PLTN di Uni Eropa harus kembali dinilai dengan menggunakan kriteria yang meliputi bencana alam dan kesalahan manusia.

Sejumlah pemerintah telah mengkaji ulang strategi energi nuklir mereka setelah terjadi bencana Fukushima tahun lalu, dengan Jerman memutuskan untuk meninggalkan energi nuklir untuk teknologi hijau dan gas bersih dan pembangkit batubara pada tahun 2022.

Yang lainnya seperti Prancis, meningkatkan investasi dalam pembangkit nuklir sejak melelehnya PLTN Fukushima.

Sistem pendingin PLTN Fukushima Daiichi rusak akibat gempa dan tsunami 11 Maret 2011 di Jepang. Bencana alam itu menyebabkan tiga reaktornya meleleh.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.