Cina cabut izin perusahaan Ai Weiwei

Terbaru  2 Oktober 2012 - 17:09 WIB
Ai Weiwei

Ai Weiwei menegaskan penutupan perusahaan tidak akan mempengaruhi kondisi keuangannya.

Pihak berwenang Cina mencabut izin perusahaan milik seniman pembangkang Ai Weiwei menyusul keputusan pengadilan banding bahwa perusahaannya diharuskan membayar denda pajak.

Hal itu disampaikan oleh pengacara Ai Weiwei, Liu Xiaoyuan, pada Selasa, 2 Oktober.

Dia mengatakan izin perusahaan Ai Weiwei, Fake Cultural Development, akan dicabut karena gagal memenuhi syarat-syarat pendaftaran tahunan.

Menurut Liu, pada tahap ini belum jelas kapan penutupan perusahaan berlaku dan bagaimana dampaknya terhadap denda pajak yang dijatuhkan kepada perusahaan.

Pengacara lain Ai Weiwei, Du Yanlin, menegaskan pencabutan izin perusahaan tidak akan mempengaruhi karir seniman tesebut sebab selama ini perusahaan memang sudah berhenti beroperasi.

"Secara praktis perusahaan sudah tidak ada lagi," kata Du Yanlin seperti dikutip kantor berita AFP.

Dampak keuangan

Ai Weiwei sendiri mengatakan kepada BBC bahwa dia dihukum karena menjadi pengkritik vokal terhadap pemerintah.

"Secara praktis perusahaan sudah tidak ada lagi."

Du Yanlin

Dia mengatakan gagal mendaftarkan kembali perusahaannya karena pihak berwenang telah menyita semua dokuman yang diperlukan.

Pihak berwenang sebelumnya menjatuhkan denda sebasar 15 juta yuan atau sekitar Rp23 miliar namun Ai Weiwei mengajukan banding atas denda itu dan pengadilan menolak banding pada Juli lalu.

Keputusan pengadilan tersebut diperkuat oleh pengadilan lebih tinggi di Beijing yang juga menolak banding Ai Weiwei pekan lalu.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu pengacaranya, seniman berusia 55 tahun itu mengaku bahwa pencabutan izin perusahaan tidak akan berdampak buruk bagi urusan keuangan.

Dikenal sebagai seniman kondang di dunia, Ai sempat ditahan selama hampir tiga bulan dan penahanannya dikecam dunia.

Ai Wei Wei ikut merancang stadion Sarang Burung yang terkenal yang dibangun untuk Olimpiade Beijing 2008.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.