September bulan paling berdarah di Irak

Terbaru  1 Oktober 2012 - 22:27 WIB
Ledakan di Irak hari Minggu 30 September

Ledakan di Irak hari Minggu 30 September menelan paling tidak 32 orang.

Sekitar 365 orang tewas di Irak selama September dan menjadikan bulan lalu sebagai periode paling berdarah selama lebih dari dua tahun, kata pemerintah.

Korban sipil yang tewas mencapai 182 sipil, dan polisi berjumlah 88 orang dan 95 tentara dalam berbagai serangan di seluruh Irak, menurut data resmi.

Angka ini disusun oleh kementerian kesehatan, dalam negeri dan pertahanan Irak.

Lebih dari 100 orang meninggal tanggal 9 September dalam serangan bom dan tembakan terhadap sasaran syiah oleh kelompok sunni yang dikaitkan dengan al-Qaida.

Dan hari Minggu (30/09), paling tidak 32 orang tewas dalam serangan bom mobil dengan sasaran pasukan keamanan dan jemaah syiah di seluruh negara.

Meningkat sejak penarikan pasukan AS

Data pemerintah menunjukkan 683 orang -453 warga sipil, 110 polisi dan 120 tentara- terluka selama bulan September.

Statistik itu menunjukkan bulan September sebagai periode yang paling berdarah sejak Agustus 2010.

Dalam periode itu 426 orang tewas dan 838 terluka dalam berbagai serangan.

Walaupun kekerasan menurun di Irak sejak puncaknya tahun 2006 dan 2007, serangan meningkat lagi setelah penarikan pasukan Amerika Seriakt dari negara itu akhir tahun lalu.

Dalam bulan-bulan terakhir ini, serangan meningkat lagi, terutama melalui pemboman.

Kelompok militan yang dikaitkan dengan al-Qaida berupaya memprovokasi konflik baru, menurut para analis.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.