Pastor diduga terlibat penyelundupan gading

Terbaru  27 September 2012 - 09:52 WIB
ivory

Filipina menyita ribuan kilogram gading dalam beberapa tahun terakhir

Seorang pastor Katolik di Filipina akan diselidiki atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan gading ilegal.

Monsignor Christobal Garcia dikutip dalam sebuah artikel tentang perdagangan gading di majalah National Geographic. Ia memberikan saran bagaimana menyelundupkan patung gading.

Artikel itu juga mengatakan gading banyak digunakan sebagai artefak keagamaan di negara itu.

Uskup Agung Cebu Jose Palma mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Mgr Garcia harus mendapatkan "sidang yang adil."

Dalam artikel itu, Mgr Garcia mengatakan cara terbaik untuk menyelundupkan patung gading ke AS adalah dengan "membungkusnya dengan pakaian dalam tua dan bau, serta melumurinya dengan saus."

Si penulis juga mengatakan bahwa dokumen juga bisa diperoleh sebagai sertifikat untuk menyatakan apakah gading itu antik atau tiruan dan merujuk pada "pastor-pastor yang tidak akan memberkati gading."

Pastor lain yang dikutiip dalam artikel itu mengklaim ia mengetahui rute-rute penyelundupan gading dari Afrika ke Filipina.

'Sangat menyedihkan'

"Kami melihat kemungkinan pelanggaran kriminal dalam kasus ini. Kami akan menyelidiki artefak-artefak milik mereka dan bagaimana artefak diperoleh," kata Sixto Comia dari Biro Investigasi Nasional seperti dikutip kantor berita AFP.

"Sangat menyedihkan bahwa beberapa pastor mungkin terlibat dalam perdagangan gading ilegal," tambahnya.

Pada 2005 dan 2009, aparat Filipina menyita ribuan kilogram gading selundupan.

Uskup Agung Palma menekankan bahwa gereja mendukung larangan internasional perdagangan gading dan tidak mendukung penggunaan gading untuk dijadikan komoditi apa pun.

Namun ia juga menambahkan bahwa artefak-artefak yang "dibuat jauh sebelum ada larangan perdagangan dan dianggap sebagai warisan budaya gereja."

Investigasi BBC awal tahun ini menemukan bahwa perdagangan ilegal masih terjadi meski Filipina sudah menerapkan larangan selama 23 tahun.

Tahun lalu Filipina menyita gading ilegal terbesar dalam dua dekade. Sebagian besar gading itu hendak dikirim ke Cina dan negara-negara Asia Timur lainnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.