AS kurangi sanksi impor Burma

Terbaru  27 September 2012 - 08:02 WIB
Hillary Clinton

Hillary Clinton pernah mengunjungi Burma pada tahun 2011.

Amerika Serikat akan mengurangi sanksi impor barang-barang dari Burma, sebuah langkah penting dalam embargo AS, seperti disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Clinton mengumumkan langkah itu dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Burma Thein Sein dalam Sidang Umum PBB.

AS akan mengurangi larangan impornya sebagai kelanjutan proses reformasi," kata dia.

Sebelumnya, Washington menghentikan sebuah larangan investasi ke negara tersebut, tetapi embargo senjata tetap berlanjut.

Presiden Thein telah memimpin transformasi yang dilakukan negara itu setelah lima dekade pemerintahan militer di negara tersebut, dan melapangkan jalan bagi tokoh pro demokrasi Aung San Suu Kyi untuk terpilih sebagai anggota parlemen.

Thein masih menghadapi berbagai tantangan dalam melakukan transformasi dari militer Burma ke reformasi politik.

Suu Kyi melakukan perjalanan ke AS dalam kaitan dengan pertemuan PBB, dan menerima Medali Emas dari Kongres AS.

Rabu lalu, Clinton mengatakan AS "akan mulai perkembangan untuk mengurangi larangan impor terhadap barang-barang dari Burma ke Amerika Serikat".

"Kami berharap ini akan menyediakan banyak peluang bagi masyarakat anda untuk menjual produk mereka ke pasar kami."

Pada Agustus lalu, Kongres AS memperbaharui sanksi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.