BBC navigation

Putra mantan presiden Rafsanjani ditangkap di Teheran

Terbaru  24 September 2012 - 22:28 WIB
Akbar Hashemi Rafsanjani

Mantan presiden Rafsanjani duduk di samping Ali Khamenei.

Putra mantan presiden Iran, Akbar Hashemi Rafsanjani, ditangkap saat kembali ke Iran dari pengungsian karena dinilai menghasut kerusuhan selepas pemilihan presiden 2009.

Mehdi Hashemi Rafsanjani tiba di Teheran Minggu (23/09) malam melalui Dubai setelah mengungsi ke Inggris selama tiga tahun menyusul unjuk rasa yang meluas pascapemilihan yang membuat Presiden Mahmoud Ahmadinejad terpilih kembali.

Pria berusia 43 tahun itu mendengarkan langsung dakwaan yang dijatuhkan kepadanya di pengadilan Teheran, Senin 24 September, seperti dilaporkan kantor berita Iran, ISNA.

Pengadilan kemudian mengeluarkan surat penahanan sementara dan dia dibawa ke rumah tahanan Evin di Teheran.

Sejak tahun 2010, pihak berwenang Iran sudah mengeluarkan surat penangkapan terhadapnya.

Sabtu (22/09) pekan lalu saudara perempuannya, Faezeh, mulai menjalani hukuman penjara selama enam bulan dalam dakwaan menyebarluaskan propaganda antipemerintah.

Mantan anggota parlemen dan pegiat hak perempuan itu sebelumnya pernah ditangkap sebentar pada tahun 2009 karena menyampaikan pidato di hadapan para pendukung Mirhosseoun Mouesavi, yang menjadi saingan Ahamadinejad dalam pemilihan presiden.

Pengaruh politik Rafsanjani

Faezeh Rafsanjani

Faezeh sudah memulai hukuman penjara enam bulan karena propaganda antipemerintah.

Akbar Hashemi Rafsanjani -yang merupakan salah satu pembantu dekat pemimpin revolusi Iran, Ayatollah Khomeini- pernah memegang berbagai posisi politik yang penting.

Selain menjabat presiden untuk periode 1989-1997, dia juga pernah menjadi ketua parlemen dan panglima angkatan bersenjata Iran.

Namun pamornya di kalangan pemerintah menurun karena dia menunjukkan simpati kepada para pengunjuk rasa yang menentang terpilihnya kembali Mahmoud Ahmadinejad.

Unjuk rasa pada tahun 2009 itu merupakan yang terbesar di negara itu sejak Revolusi Islam tanun 1979.

Para pengamat menduga kembalinya Mehdi Hashemi Rafsanjani dari pengungsian bisa jadi sudah diawali oleh kesepakatan dengan pihak berwenang dalam mengatasi masalah di seputar dakwaan atasnya.

Lebih jauh lagi, ada yang melihatnya sebagai petunjuk kemungkinan kembalinya Rafsanjani -yang saat ini menjabat Ketua Badan Arbitrase Politik- ke panggung politik.

Sebelumnya Rafsanjani terlihat berjalan bersama Pemimpin Agung Iran, Ali Khamenei- dalam KTT Nonblok di Teheran bukan lalu dan duduk di samping Sekjen PBB, Ban Ki-moon.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.