
Seorang pengunjuk rasa memegang senjata setelah markas milisi Ansar al-Sharia diserbu sekelompok massa.
Ratusan orang demonstran menyerbu markas milisi Ansar al-Sharia di Benghazi, Libia, sepekan setelah peristiwa penyerbuan konsulat AS di kota itu.
Kerumunan orang-orang terlihat merusak bendera milisi, membakar sejumlah kendaraan di dalam markas kelompok tersebut.
Beberapa orang pengunjuk rasa terlihat pula naik ke atap gedung.
Sejumlah saksi mata mengatakan, anggota milisi membalas serangan itu dengan melepaskan tembakan ke arah kerumunan massa, tetapi belum ada laporan pasti apakah ada korban tewas atau terluka.
Tuntut pembubaran milisi
Aksi kekerasan ini berawal dari unjuk rasa damai, yang ditandai arak-arakan di tengah kota Benghazi.
Dalam aksinya, mereka menuntut agar pemerintah Libia melarang keberadaan milisi Ansar al-Sharia, sekaligus melucuti senjata yang mereka dapatkan semenjak aksi penggulingan Kolonel Muammar Gaddafi setahun silam
Milisi Ansar al-Sharia juga dikaitkan dengan peristiwa penyerbuan konsulat AS pada pekan lalu, yang menewaskan duta besar AS.
Kelompok ini sejak awal menyangkal tuduhan keterlibatan dalam kasus serangan tersebut.










