Pantai Gading tutup perbatasan Ghana

Terbaru  22 September 2012 - 12:24 WIB
Tentara Pantai Gading

Tentara Pantai Gading melakukan patroli disejumlah wilayah negara itu.

Perbatasan Pantai Gading dan Ghana ditutup setelah tewasnya tujuh orang dalam sebuah serangan di pos pemeriksaaan militer.

Menteri Pertahanan Pantai Gading Paul Koffi Koffi mengatakan "elemen bersenjata dari Ghana" melakukan serangan diperbatasan kota Noe.

Setidaknya lima orang penyerang tewas dan yang lainnya melarikan diri dari perbatasan, tambah dia.

Pantai Gading menuduh pasukan keamanan pendukung mantan Presiden Laurent Gbagbo, melakukan serangan lain yang terjadi sebelumnya.

Sejumlah pendukung Gbagbo disebutkan melarikan diri ke Ghana.

Penutupan perbatasan itu meliputi 700 km daratan, laut dan perbatasan udara dengan Ghana sampai batas waktu yang tidak ditentukan, kata Koffi, yang membacakan pernyataan dari kantor Presiden Alassane Ouattara yang disiarkan oleh media publik RTI.

"Sekitar 03:00 (Jumat) posisi (pasukan pemerintah) di pos perbatasan Noe yang diserang oleh elemen bersenjata dari Ghana," kata dia.

"Setelah penembakan lima penyerang tewas dan lima ditangkap. Sementara penyerang lainnya mundur ke wilayah Ghana."

Seorang tentara (Pantai Gading ) terluka, tambah dia.

Beberapa jam sebelumnya, setidaknya tiga orang tewas ketika laki-laki bersenjata menyerang tiga kantor polisi di bagian selatan pusat bisnis Abidjan, seperti disampaikan petugas. Tidak diketahui secara pasti apakah dua peristiwa itu berkaitan.

'Kerjasama yang jujur'

Dalam kunjungannya beberapa waktu lalu ke Abidjan, Presiden Ghana John Dramani Mahama menjanjikan bahwa negaranya tidak akan menjadi basis bagi mereka yang berupaya mengacaukan Pantai Gading.

Koffi menyambut baik apa yang dia sebut sebagai "kerja sama yang jujur" antara pejabat di Pantai Gading dan Ghana.

Pada Agustus, Menteri Pantai Gading menyalahkan loyalis Gbagbo yang berbasis di Ghana melakukan serangan di Abidjan yang menewaskan 10 tentara.

Kondisi di Pantai Gading mulai pulih setelah dilanda kerusuhan selama beberapa bulan karena sengketa pemilu.

Sekitar 3.000 orang tewas dalam serangan yang terjadi menyusul hasil pemilu pada November 2010.

Gbagbo menolak untuk menerima kekalahan dari Presiden Ouattara, yang kemudian menggulingkan lawannya dengan bantuan dari para mantan pasukan pemberontak, PBB dan mantan penguasa kolonial Prancis.

Gbagbo sekarang berada di Den Haag, menunggu persidangan di Mahkamah kriminal internasional dengan tuduhan melakukan kejahatan melawan kemanusiaan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.