BBC navigation

Bom di Thailand selatan tewaskan enam orang

Terbaru  21 September 2012 - 18:42 WIB
Polisi Thailand

Aparat keamanan Thailand sering menjadi sasaran serangan kelompok pemberontak.

Bom mobil di Thailand selatan menewaskan enam orang orang dan melukai lebih dari 40 orang lainnya, Jumat 21 September.

Kepolisian Thailand mengatakan ledakan terjadi di kota Sai Buri tidak lama setelah sekelompok orang bersenjata menyerang toko emas sehingga banyak aparat keamanan yang bergerak menuju lokasi.

"Sampai saat ini terdapat lima korban tewas termasuk petugas paramiliter dan empat warga sipil," kata seorang pejabat rumah sakit setempat seperti dikutip kantor berita AFP.

Seorang juru bicara Angkatan Darat Thailand mengatakan tembakan ke arah toko emas di pusat kota Sai Buri terjadi tidak lama setelah sembahyang Jumat. Menurutnya, bom diledakkan setelah pasukan keamanan tiba di lokasi penembakan.

Ledakan menimbulkan korban jiwa dan menghancurkan sejumlah gedung di sekitarnya.

Daya tarik pria muda

"Pasukan keamanan Thailand menunjukkan sedikit kemampuan untuk memerangi gerakan seperti itu, yang tetap menjadi daya tarik bagi pria muda dari kalangan masyakat Muslim."

Jonathan Head

Wartawan BBC di Bangkok, Jonathan Head, melaporkan taktik serangan seperti itu sering digunakan oleh kelompok separatis.

Gerakan separatis di wilayah selatan yang mayoritas penduduknya beragama Islam telah merenggut lebih dari 5.000 nyawa sejak berkobar lagi pada 2004.

Pemerintah Thailand, kata Jonathan Head, telah meluncurkan prakarsa untuk mengakhiri konflik, antara lain dengan menggunakan pendekatan militer dan pendekatan negosiasi tetapi sejauh ini belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

"Pasukan keamanan Thailand menunjukkan sedikit kemampuan untuk memerangi gerakan seperti itu, yang tetap menjadi daya tarik bagi pria muda dari kalangan masyakat Muslim," jelas Jonathan Head.

Gerakan separatis yang berbasis di daerah pedesaan ini diketahui tidak menyatakan klaim atau tuntutan atas tindakan-tindakan kekerasan yang diduga mereka lakukan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.