BBC navigation

Gugatan artis film anti Islam ditolak

Terbaru  21 September 2012 - 13:41 WIB
Cindy Lee Garcia

Cindy Lee Garcia juga menuntut produser film atas penipuan dan fitnah.

Hakim pengadilan di California menolak permohonan seorang artis untuk mencabut tayangan video anti-Islam dari situs YouTube.

Film berjudul The Innocence of Muslims itu telah menyulut protes di sejumlah negara Muslim.

Cindy Lee Garcia mengatakan dia menerima ancaman dibunuh setelah penayangan cuplikan film di situs YouTube, kemudian melayangkan gugatan melawan Google pemilik situs tersebut serta seorang laki-laki yang berkaitan dengan film tersebut.

Garcia mengatakan dia telah ditipu oleh pembuat film amatir dan tidak mengetahui adanya konten anti-Muslim dalam film itu.

Sementara itu, Nakoula Basseley Nakoula, yang dituduh sebagai produser film, masih berada dalam persembunyian.

Hakim di pengadilan tinggi Los Angeles Luis Lavin mengatakan dia telah menolak sebagian gugatan Garcia, karena laki-laki yang diyakini membuat film ini tidak mendapatkan salinan gugatan.

"Permintaan untuk membatasi sementara (tayangan film) di tolak," kata Hakim Lavin.

Hakim Lavin juga mengatakan Garcia tidak dapat membuat kesepakatan yang berkaitan dengan perannya di film, dan sebagai pihak ketiga, Google dan YouTube tidak dapat bertanggung jawab.

Sebelum muncul di persidangan Kamis (20/9), Garcia mengatakan dia telah mengalami gangguan emosional karena dampak yang diakibatkan oleh cuplikan film tersebut.

"Seluruh hidup saya telah terbalik dalam segala aspek," kata dia. "Keluarga saya telah diancam."

Berkaitan dengan video itu, Garcia menambahkan :" Saya itu demoralisasi, merendahkan. Saya pikir itu (YouTube) perlu menghentikan."

Sebuah video amatir yang dibuat di AS, berjudul Innocence of Muslims, disulihsuarakan ke bahasa Arab, dan memicu kemarahan di berbagai negara karena dianggap menghina Nabi Muhamad.

Film yang dibuat dengan biaya rendah ini, tidak melanggar hukum di AS, yang melindungi kebebasan berbicara dalam amandemen pertama konsititusinya.

Diblokir

Nakoula Basseley Nakoula

Nakoula Basseley Nakoula bersembunyi setelah namanya dikaitkan dengan film.

Seorang kuasa hukum Google mengatakan aktir tidak memiliki hak mengenai bagaimana film mereka diinterpretasi.

"Jika kami melihat itu dengan cara itu, kami mengatakan bahwa Arnold Schwarzenegger sebagai cyborg di Terminator merupakan sebuah pernyataan faktual mengenai Arnold Schwarzenegger," pengacara Timothy Alger kepada kantor berita Reuters.

Pekan lalu, YouTube memblokir akses tayangan cuplikan video di Mesir dan Libia.

Rabu lalu, pemblokiran di sejumlah negara juga diperpanjang karena bagi otoritas lokal isi video itu ilegal. Pemblokiran dilakukan di India, Indonesia, Malaysia dan Saudi Arabia."

Sejumlah negara seperti Pakistan dan Sudan telah melakukan pemblokiran sendiri.

Garcia juga melancarkan gugatan hukum terhadap Nakoula untuk kasus penipuan dan fitnah. Dalam dokumen pengadilan, Garcia mengatakan dia dibuat percaya bahwa proyek yang dikerjakannya mengenai film petualangan gurun pasir.

"Tidak ada yang menyebutkan Muhamad selama pembuatan film dan di lokasi," kata dia. "Tidak ada yang merujuk ke agama, begitu pula tidak ada konten seksual yang diketahui oleh Garcia."

Cuplikan film itu menimbulkan protes di sejumlah negara Timur Tengah, Afrika Utara dan Sri Lanka.

Empat warga Amerika, termasuk duta besar AS untuk Libia Chris Stephens, tewas pekan lalu dalam seranganke konsulat AS di Benghazi Libia.

sekitar 30 orang tewas di tujuh negara dalam protes mengenai film tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.